Kunker Pertama ke China, Prabowo Diharapkan Bisa Bawa Dampak Besar untuk Pembangunan Indonesia

AKURAT.CO Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio (Hensat), berkomentar soal rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan melakukan kunjungan pertamanya ke China pada 8-10 November nanti.
Dari beberapa negara yang ada, Hensat menilai wajar jika Prabowo menjadikan China sebagai negara pertama yang ia kunjungi sebagai Presiden RI. Sebab, hubungan bilateral Indonesia dan China sudah terjalin dengan baik sejak kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
"Saya melihatnya Prabowo ini ingin melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Joko Widodo, saat Jokowi menjabat sebagai presiden kan hubungan Indonesia-China ini baik, sehingga sepertinya Prabowo ingin melanjutkan itu," kata Hensat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga: Prabowo Diminta Antisipasi Dampak Kemenangan Trump terhadap Keamanan Asia Pasifik
Menurutnya, kunjungan Prabowo ke China juga sekaligus menjadi ajang untuk memperkenalkan diri dan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang baru, di bawah kepemimpinannya kepada Xi Jinping.
"Yang bisa jadi perhatian utama dari kunjungan ini mungkin selain melanjutkan Jokowi tadi, juga bagaimana Prabowo memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin baru dan arah kebijakan luar negerinya kepada Xi Jinping," ujarnya.
Dia berharap, Prabowo memanfaatkan peluang ini agar dapat membawa dampak yang besar untuk pembangunan Indonesia.
"Prabowo dalam kunjungan ini memiliki kesempatan untuk menunjukkan warna baru dalam diplomasi luar negeri Indonesia, meski dalam konteks kehangatan hubungan China-Indonesia ini merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya," pungkasnya.
Sebagai informasi, selain mengunjungi China, Prabowo juga akan menghadiri beberapa agenda lainnya. Seperti memenuhi undangan Amerika Serikat, hingga menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil pada 14-16 November, dan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Peru pada 13-16 November.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






