Profil Roy Suryo, Eks Menpora yang Disebut KPU Sebagai Tukang Fitnah karena Komentari Gibran Pakai 3 Mic saat Debat

AKURAT.CO Pemerhati Multimedia-Telematika Independen, Roy Suryo, mempertanyakan terkait panggilan "tukang fitnah" yang disematkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari.
"Dengan jujur, saya tidak mengetahui dasar, latar belakang, dan tujuan dari pernyataan Ketua KPU Hasyim Asy'ari yang menyebut saya sebagai 'tukang fitnah'," ujar Roy dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (24/12/2023).
Roy awalnya mencatat jumlah mikrofon yang digunakan oleh Gibran dalam debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC).
Ia menyoroti bahwa Gibran menggunakan tiga jenis mikrofon, yaitu clip-on, hand-held, dan earphone.
Roy menyampaikan pandangannya bahwa jumlah mikrofon yang digunakan oleh Gibran berbeda dengan yang digunakan oleh Muhaimin Iskandar dan Mahfud Md.
Roy juga mengajukan permintaan agar KPU menjalankan proses debat secara adil untuk semua peserta.
Sehubungan dengan itu, berikut ini profil pemerhati Multimedia-Telematika Independen, Roy Suryo.
Baca Juga: Merasa Difitnah Ketua KPU, Roy Suryo Siapkan Jalur Hukum
Profil Roy Suryo
Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo (KRMT), yang dikenal dengan nama Roy Suryo, lahir di Yogyakarta pada tanggal 18 Juli 1986.
Ia merupakan putra dari Prof. Dr. dr. KPH Soejono Prawirohadikusumo, SPs, SP. Kd. dan R Ay. Soeratmijati Notonegoro.
Roy Suryo memiliki keahlian dalam bidang informatika, multimedia, dan telematika.
Ia meraih gelar S1 dalam Ilmu Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada dan gelar Magister Perilaku dan Promosi dari Pascasarjana UGM.
Dari mulai tahun 1994 dan 2004, Roy mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia.
Selain itu, ia menjadi dosen tamu di Program D-3 Komunikasi UGM dan mengajar di beberapa universitas lainnya.
Sebagai pakar di bidangnya, Roy Suryo sering diundang sebagai narasumber di berbagai media massa Indonesia, khususnya untuk topik teknologi informasi, fotografi dan multimedia.
Ia juga pernah menjadi pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama 5 tahun dan menjadi anggota KPI.
Pada tahun 2009, Roy Suryo terpilih sebagai anggota DPR-RI dari Partai Demokrat di daerah pemilihan Yogyakarta.
Kemudian, pada tahun 2013-2014, ia menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Andi Mallarangeng yang terlibat dalam kasus korupsi.
Namun, pada tahun 2019, Roy Suryo dinonaktifkan dari posisi wakil ketua umum Partai Demokrat dan akhirnya mengundurkan diri secara total dari keanggotaan partai Demokrat karena terkait dengan kasus perabotan di Kemenpora.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









