Unilever Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Difabel

AKURAT.CO Unilever Indonesia meluncurkan program Youth of Unilever Self-development Training & Enhancement Program atau YOU-STEP. Bertujuan untuk memajukan inklusivitas di dunia kerja bagi penyandang disabilitas.
Program ini berkolaborasi dengan Koneksi Indonesia Inklusif (Konekin) dan memberikan pelatihan intensif selama enam bulan kepada 21 mahasiswa penyandang disabilitas yang terpilih.
Data Badan Pusat Statistik tahun 2022 mencatat, jumlah pekerja difabel mengalami penurunan pada 2021, sementara 71,4 persen dari mereka masih bekerja dalam status pekerja informal.
Baca Juga: Fasilitas Umum Ramah Difabel Masih Minim
Untuk mengatasi masalah ini, Unilever menggelar program YOU-STEP yang mencakup berbagai workshop dan mentoring intensif.
"Sejalan dengan strategi global The Unilever Compass, Unilever Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan inklusif, termasuk di lingkungan kerja. Berpegang pada prinsip Equity, Diversity and Inclusion (ED&I), kami terus mengadvokasi terciptanya lingkungan kerja yang mempromosikan budaya keragaman dan inklusi serta mendorong potensi karyawan tanpa memandang gender, suku, warna kulit, agama, usia atau kondisi fisiknya. Kami percaya bahwa siapapun berhak mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing," Direktur Human Resources Unilever Indonesia, Willy Saelan, menerangkan melalui siaran pers, Selasa (5/9/2023).
Program ini mencakup workshop tentang komunikasi, keterampilan digital, kepemimpinan, kesiapan karir dan eksplorasi yang dipandu oleh pakar dan pebisnis berpengalaman. Setiap peserta juga akan memiliki mentor dari Unilever Indonesia selama mereka mengerjakan proyek-proyek mini.
Baca Juga: Alner Kerja Sama Dengan Unilever Untuk Kurangi Sampah Plastik
"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perlu adanya kesetaraan kesempatan dan peluang kepada teman-teman penyandang disabilitas dalam menyalurkan potensi dalam segala aspek. Dari 17 juta penyandang disabilitas usia produktif, hanya 7,6 persen yang bekerja. Kompetisi di pasar kerja semakin sulit di era digital saat ini, di mana agility menjadi salah satu kriteria pekerja yang dicari. Karenanya, kami terus memperkuat kolaborasi lintas-pemangku kepentingan, termasuk Unilever Indonesia, untuk menjembatani kesenjangan yang ada. Melalui program YOU-STEP kami ingin memberikan upskilling yang akan membantu teman-teman mahasiswa penyandang disabilitas untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan," papar Marthella Rivera selaku Founder dan CEO Konekin.
Program YOU-STEP adalah salah satu inisiatif Unilever Indonesia untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, sejalan dengan komitmen mereka terhadap keberpihakan terhadap penyandang disabilitas.
"Saya merasakan manfaat dari program ini, apalagi sesi mentoring 1 on 1 bareng mentor dari Unilever ternyata sangat insightful. Selain materi dari sesi workshop, saya juga berkesempatan untuk memperluas jejaring. Saya sangat mengapresiasi upaya Unilever Indonesia dan Konekin dalam membuat program yang aksesibel untuk semua jenis disabilitas ini," komentar Roissyah, mahasiswi penyandang disabilitas daksa asal Lumajang.
Sejumlah brand Unilever Indonesia secara konsisten menggelar program dan kegiatan pendampingan untuk membina lebih banyak teman disabilitas, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik. Contohnya Rexona dengan kampanye #GerakLampauiBatas.
"Kami berharap melalui program YOU-STEP para peserta bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga yang akan memantapkan langkah mereka untuk meng-upgrade dan meng-upskill diri menuju karir yang cemerlang di masa depan. Dengan mengikuti program ini mereka juga berkesempatan untuk bisa bergabung dalam Unilever Leadership Internship Program," Willy menutup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








