Akurat Logo

Cak Imin Dorong Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pemulihan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

| 11 Juli 2022, 15:24 WIB
Cak Imin Dorong Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pemulihan Izin Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah segera membentuk tim persiapan pemulihan izin Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur. 

Pria yang akrab disapa Cak Imin mengaku banyak mendapat permintaan dari para wali santri dan pengurus pesantren agar membuka izin ponpes tersebut. 

"Membaca permintaan wali santri dan pengurus Pesantren Shiddiqiyah Ploso, Jombang, Jawa Timur, saya minta pemerintah segera membentuk tim persiapan pemulihan izin kembali agar masa depan para santri tertangani,” kata Cak Imin melalui cuitannya di akun Twitter @cakiminnow, Senin (11/7/2022). 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bahwa kasus dugaan pencabulan Moch. Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi (42) terhadap santri dianggap sebagai kasus personal, sehingga tidak dapat dijadikan alasan untuk menutup izin operasional pesantren. Sebab, di sana ada nasib ribuan santri yang masih ingin melanjutkan pendidikannya dan tidak ada kaitannya dengan kasus hukum yang terjadi.

”Jangan sebuah kejahatan mengorbankan semua yang tidak ikut bersalah,” tukas dia.   

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Kamis (7/7/2022) lalu, menyusul kasus hukum dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu pimpinannya, Mas Bechi sebagai DPO kepolisian.

Kini, tersangka sudah menyerahkan diri ke polisi setelah sempat dilakukan upaya penjemputan paksa oleh pihak kepolisian. 

Menyusul pencabutan izin dari Kemenag, proses belajar mengajar di pesantren itu dihentikan. Seluruh santri yang bermukim di pondok maupun di luar pondok difasilitasi Kemenag untuk melanjutkan pendidikan ke lembaga lain.

Diketahui, sebagian santri memilih pulang ke rumah, namun sebagian lainnya masih disana. Bahkan, ada wali murid yang akhirnya memilih memindahkan anaknya dari Pesantren Shiddiqiyah. 

Kantor Wilayah Kemenag Jatim juga mendata jumlah santri dan siswa yang mengikuti kegiatan di pesantren mulai dari tingkat raudlotul anfal atau setara taman kanak-kanak hingga madrasah Aliyah atau setara SMA. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.