Akurat

Hasil Tes Antibodi Tinggi Artinya Kebal Covid-19? Simak Penjelasan Berikut!

| 25 Agustus 2021, 08:00 WIB
Hasil Tes Antibodi Tinggi Artinya Kebal Covid-19? Simak Penjelasan Berikut!

AKURAT.CO Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, hasil tes antibodi SARS-CoV-2 yang tinggi tidak menjamin seseorang akan kebal dan tidak akan terinfeksi Covid-19.

Zubairi menerangkan, indikasi tingkat kekebalan atau perlindungan dari SARS-CoV-2 tidak bisa hanya ditafsirkan melalui hasil tes antibodi.

"Tidak menjamin ya. Anda tidak boleh menafsirkan hasil tes antibodi sebagai indikasi tingkat kekebalan atau perlindungan dari SARS-CoV-2," katanya sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @ProfesorZubairi, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Food and Drug Administration (FDA) pun melarang menggunakan hasil tes anti bodi tersebut untuk mengevaluasi tingkat perlindungan imun seseorang, terutama pasca vaksinasi.

"Artinya, Anda tak perlu tes antibodi setelah divaksinasi, karena tak menjamin kekebalan," tegas dia.

Ia pun menegaskan, seseorang yang sudah divaksinasi pun akan tetap bisa terinfeksi Covid-19. Meskipun tubuh sudah memiliki anti bodi dari vaksin.

"Namun, vaksin ini memang terbukti mengurangi gejala berat dan kematian. Demikian," pungkasnya.

Pernyataan tersebut menanggapi banyaknya pertanyaan yang diajukan ke dirinya terkait tes antibodi SARS-CoV-2 untuk menilai kekebalan setelah vaksinasi.

"Saya menerima banyak pertanyaan tentang tes antibodi SARS-CoV-2 untuk menilai kekebalan setelah vaksinasi. Banyak dari mereka yang pamer dan klaim bahwa kalau hasil tesnya tinggi adalah indikasi mereka “kebal” dan tidak akan terinfeksi Covid-19," tutur dia. []

 

Sebagai informasi, mengutip dari IDN Times, Inggris Raya pada hari Minggu (22/8/2021) mengumumkan akan memulai menjalankan program tes antibodi Covid-19 untuk masyarakat umum yang dinyatakan positif. Tes ini mulai tersedia pada 24 Agustus dilakukan untuk mengetahui antibodi setelah terpapar Covid-19 dan untuk mengetahui efektivitas dari program vaksinasi.

Melansir dari laman The Independent, tes  ini akan tersedia bagi orang yang berusia lebih dari 18 tahun, ketika mereka melakukan pemesanan tes PCR. Tes antibodi baru akan dilakukan jika hasil PCR menunjukkan positif Covid-19. Tes antibodi yang bisa dilakukan di rumah ini setiap harinya akan tersedia hingga 8 ribu tes.

Menteri Kesehatan Sajid Javid dalam pengumuman tes itu menyampaikan program ini akan membantu pemerintah lebih memahami virus corona dan bagaimana vaksin dalam melindugi dari virus, yang akan menjadi informasi berharga saat pembatasan semakin dilonggarkan untuk kembali ke kehidupan sebelum pandemik.

Program ini diusulkan setelah data dari Public Health England (PHE) dirilis pada hari Kamis, yang menunjukkan hampir 100 ribu kematian berhasil dihindari sejak vaksinasi diberikan pada bulan Desember. Selain itu vaksinasi juga dianggap sukses mencegah jutaan kasus baru dan lebih dari 80 ribu rawat inap. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.