Operasi Ketupat Berakhir, Mabes Polri Sebut Pelanggaran dan Kecelakaan Meningkat

AKURAT.CO Operasi Ketupat akhirnya berakhir seiring berakhirnya masa waktu peniadaan mudik Mulai 6 Mei-17 Mei 2021.
Selama 12 hari operasi ketupat, Mabes Polri mencatat terjadinya peningkatan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dibanding operasi ketupat tahun 2020 lalu.
Pernyataan itu disampaikan Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat konferensi pers di kantornya, Rabu (19/6/2021).
Dia mengatakan, pihaknya melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas selama operasi ketupat sebanyak 149.353 kasus.
Jumlah itu meningkat 32 persen dibandingkan dengan penindakan selama operasi ketupat tahun lalu yakni sebanyak 113.088 kasus.
"Kecelakaan lalu lintas selama operasi sebanyak 1.291 kejadian atau mengalami kenaikan sebanyak 100 persen dari tahun lalu tahun lalu sebanyak 566 kejadian," katanya.
Meningkatnya jumlah kecelakaan pada tahun ini, kata dia, sudah terprediksi. Peningkatan kecelakaan terjadi seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang nekat mudik setelah tahun lalu juga dilarang pemerintah.
"Kita telah memprediksi bahwa keinginan masyarakat untuk mudik itu sangat tinggi. dimana kalau tahun 2020, masyarakat masih banyak yang tidak melakukan mudik, tahun ini lebih banyak mudiknya. sehingga kita lakukan larangan mudik itu, namun pada pelaksanannya tahun ini masyarakat yang mudik itu lebih banyak dari tahun lalu," katanya.
Akibat tingginya animo masyarakat yang nekat mudik menyebabkan pergerakan kendaraan juga tinggi.
Masyarakat akhirnya menyiasati larangan mudik dengan cara melakukan perjalanan sebelum larangan mudik berlaku.
"Pergerakan kendaraan yang terjadi di saat operasi ketupat ini jauh lebih banyak dari tahun lalu," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





