Akurat Logo

Dakwah Literasi di Era Sosmed, Akademisi: Memprihatinkan Jika Mahasiswa Enggan Membaca Buku Aslinya

Annisa Paramesti | 25 Maret 2021, 16:41 WIB
Dakwah Literasi di Era Sosmed, Akademisi: Memprihatinkan Jika Mahasiswa Enggan Membaca Buku Aslinya

AKURAT.CO, Dosen Magister dan Penyiaran Islam FIDKOM UIN Jakarta KH Dr Syamsul Yakin menyampaikan pentingnya dakwah literasi di era perkembangan teknologi informasi saat ini. Dimana internet menjadi sumber utama pencarian utama sumber pengetahuan termasuk pengetahuan agama.

Saat ditanyakan soal dakwah literasi di era media sosial saat ini, Kyai Syamsul jelas menyatakan sangat memprihatinkan. Alasannya, sedikit para terpelajar termasuk mahasiswa yang menjadikan 'Google' sebagai pencarian bahan makalahnya.

"Memprihatinkan, apalagi melihat mahasiswa yang mebuat makalah, yang pertama dilakukan bukan membuka kitab babon (utama) tapi HP," kata Kyai Syamsuldalam program Bincang Hikmah yang diselenggarakan atas kerjasama AKURAT.CO dan Prodi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2 KPI) FIDKOM UIN Jakarta dengan tema: Dakwah Literasi dan Literasi Dakwah, Kamis (25/3/2021).

Kyai Syamsul mengaku tak masalah yang dilakukan mahasiswa dengan mencari bahan di internet dan media sosial. Asalkan mereka tahu sumber aslinya.

"Tapi kalau berhenti di media sosial ini yang kita khawatirkan," katanya.

Dengan berhenti di media sosial sebagai rujukan, maka ribuan buku di perpustakan UIN Jakarta tak akan tersentuh.

"Ini sangat memprihatinkan," Kyai Syamsul menegaskan.

Namun pengasuh pesantren di Kota Depok ini mengatakan bawah media sosial tak bisa disalahkan. Yang perlu diberikan pencerahan adalah mahasiswa. Mereka harus didorong membuka dan membaca buku-buku karya utama para ulama.

"Tekankan kepada mahasiswa tidak berhenti di medsos. Tapi harus mencari buku-buku utamanya sebagai sumber rujukan. Nah disini pentingnya dakwah literasi dan literasi dakwah," kata Kyai Syamsul. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.