Akurat

Polemik Majalah Tempo, Ferdinand Akui Tak Setuju dengan Sikap Jokowi Mania

| 17 September 2019, 11:01 WIB
Polemik Majalah Tempo, Ferdinand Akui Tak Setuju dengan Sikap Jokowi Mania

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi sikap Relawan Jokowi Mania yang keberatan dengan sampul Majalah Tempo edisi 16-22 September 2019 dengan judul 'Janji Tinggal Janji.'

Joman mendatangi Dewan Pers dan mengeluhkan masalah tersebut pada Senin (16/9/2019) kemarin. Ferdinand melalui Twitter mengatakan jika dirinya tak setuju dengan sikap yang diambil Joman karena melaporkan Majalah Tempo.

"Saya meski tak setuju dengan cover majalah tempo, tapi saya lebih tak setuju atas langkah Jokowi Mania yang melaporkan Tempo. Ini lebih kepada arogansi anak-anak kecil yang merasa dirinya berkuasa. Justru tindakan Jokowi Mania ini membalik empati publik. Tempo menang opini," tulis @FerdinandHaean2.

Menurut Ferdinand, Joman harus melawan dengan mengkritik dan memberi fakta-fakta mengenai Presiden Jokowi ketimbang melaporkan kepada Dewan Pers.

"Jokowi Mania harus belajar lebih dewasa lagi dalam proses politik. Lawanlah kritik dengan kritik, bukan dengan tindakan hawa nafsu menghukum kecuali ada peristiwa pidana didalamnya. Cover Tempo itu kritik keras yang melecehkan. Jadi tak perlu dilaporkan. Sebagai Relawan silahkan menjawab dengan fakta," kata dia.

Ferdinand bahkan menyarankan untuk Joman membuat bantahan dan memuatnya di lama Tempo. Dengan begini Jokowi tidak akan kehilangan empati publik.

"Daripada melaporkan Tempo, lebih baik Jokowi Mania menjawab dengan fakta-fakta bahwa @jokowi tidak seperti yang ditulis @tempodotco, minta Tempo memuat bantahan Jokowi Mania. Itulah yang benar, bukan dengan tindakan kekanakan. @jokowi akan rugi, kehilangan empati publik karena ulah orang-orang di Joman ini," ujarnya.

Seperti diketahui, Koordinator Hukum Forum Relawan Jokowi, Reinhart Parapat menyatakan protesnya dilakukan karena majalah Tempo dinilai tidak etis memuat sampul dengan gambar Presiden Jokowi disertai bayangan Presiden dengan hidung panjang ibarat Pinokio yang identik dengan karakter yang suka berbohong.

Dia mengatakan secara simbolis, patut diduga gambar yang dimuat majalah berita tersebut untuk mempersonifikasikan Presiden Jokowi sebagai sosok pembohong seperti tokoh pinokio tersebut.

Secara terpisah Ketua Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) Immanuel Ebenhezer juga melontarkan hal yang sama.

Karena itu, immanuel menuturkan pihaknya meminta Majalah Tempo menarik seluruh edisi majalah tersebut sekaligus meminta maaf kepada publik terkait pemuatan gambar Presiden Jokowi disertai bayangan hidung panjang merupakan indikasi pelecehan terhadap Presiden sebagai kepala negara.

"Kami mendukung kebebasan pers, tapi kami minta untuk kawan-kawan di Tempo juga mengedepankan norma etika," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.