Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir dan Syukur kepada 1.232 Anak Binaan

AKURAT.CO Yayasan Al Qohhar kembali menggelar pertemuan rutin bulanan sekaligus penyerahan santunan kepada anak yatim dan yatim piatu binaan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Qohhar, Sawangan, Depok, pada Minggu (4/10/2026) dihadiri Pembina Yayasan H. Robert Nitiyudo Wachjo beserta keluarga, Ketua Yayasan Kartono Warigogung, pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan undangan.
Pertemuan dihadiri sekitar 865 anak yatim dan 367 yatim piatu binaan. Agenda tidak hanya penyerahan santunan, tetapi juga tausiah, silaturahmi, serta arena bermain dan hiburan untuk anak-anak.
Baca Juga: Kemenhub Pastikan Penyaluran Santunan Korban Kecelakaan KMP Virgo Transport 8 Berjalan Lancar
Dalam tausiahnya, H. Robert berpesan agar anak-anak senantiasa berdzikir dan bersyukur kepada Allah SWT. Menurutnya, dzikir dan syukur adalah kunci keberkahan hidup sebagai hamba Allah. "Perhatian kepada anak-anak ini adalah bentuk kecintaan dan upaya meneruskan amanat guru kami," ujar H. Robert.
Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui santunan bulanan, tetapi juga pendampingan kesehatan hingga tuntas. Salah satunya Wildan, anak binaan yang hampir buta akibat gangguan penglihatan, yang diberangkatkan berobat ke Singapura hingga dapat melihat kembali.
Ada pula anak binaan pengidap kanker darah yang sempat lumpuh dan kini berangsur membaik hingga bisa berjalan.
Untuk mendukung layanan kesehatan, Yayasan Al Qohhar menyiapkan dokter berpengalaman, klinik dokter umum dan dokter gigi, kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis, serta akses ke rumah sakit spesialis. H. Robert juga merencanakan pembangunan rumah sakit agar penanganan anak-anak binaan lebih efisien.
Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada santunan.
"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono.
Yayasan yang berdiri resmi pada 9 Juli 2003 ini bermula dari majelis ta'lim. Setelah guru H. Robert wafat, amanat untuk mengurus yatim dan lansia terus dijalankan. Selama 23 tahun, yayasan berkembang menjadi lembaga sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Saat ini mendampingi lebih dari 1.232 anak binaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Bersamaan dengan Putusan MK soal Gibran, Ada Apa?
- 9Febrie Adriansyah Didakwa Memeras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tidak Jadi Tersangka Korupsi Jiwasraya
- 10Sidang Perdana Kasus Asabri-Jiwasraya, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ikuti Pembacaan Dakwaan



