Akurat Logo

Lucky Alpi Jadi Contoh Purna Pekerja Migran Blitar yang Sukses Berwirausaha

Ratu Tiara | 30 September 2026, 20:07 WIB
Lucky Alpi Jadi Contoh Purna Pekerja Migran Blitar yang Sukses Berwirausaha
Lucky Alpi Jadi Contoh Purna Pekerja Migran Blitar yang Sukses Berwirausaha

AKURST.CO Lucky Alpi, perempuan asal Blitar, Jawa Timur, menjadi contoh purna pekerja migran Indonesia (PMI) yang berhasil membangun usaha mandiri di kampung halaman. Ia merintis usaha dagang online sejak 2016 saat masih bekerja di Taiwan, lalu melanjutkannya di Blitar setelah pulang pada 2022.

Kini usahanya yang menjual pakaian dan perabot rumah tangga mencatat omzet sekitar Rp50 juta per bulan. Kisah ini penting di tengah besarnya jumlah warga Blitar yang memilih bekerja di luar negeri.

Blitar Kawentar, mengutip data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, mencatat 3.636 warga Kabupaten Blitar berangkat menjadi PMI sepanjang Januari hingga Juli 2026. Perempuan mendominasi angka tersebut, dan Taiwan tercatat sebagai negara tujuan favorit. Angka ini menunjukkan betapa lekatnya pengalaman bekerja di luar negeri dengan kehidupan masyarakat Blitar.

Baca Juga: Pemerintah Harus Beri Pendampingan dan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Usai Pulang ke Tanah Air

Bagi banyak keluarga, pertanyaan yang kerap muncul adalah apa yang akan mereka kerjakan setelah kontrak kerja berakhir.

Perjalanan Lucky memberi salah satu jawaban konkret atas pertanyaan tersebut.

Masa kerja di luar negeri umumnya berjalan dalam hitungan tahun, sehingga kesiapan menghadapi kepulangan menjadi hal yang sama pentingnya dengan kesiapan saat berangkat.

Lucky Alpi, pelaku usaha online asal Blitar, mengatakan persiapan usaha sebaiknya dimulai sejak masih bekerja di luar negeri. Ia sendiri memanfaatkan jam istirahat di Taiwan untuk berjualan secara online.

Dari aktivitas itu ia belajar memilih barang, menghitung modal, dan melayani pembeli dengan jujur. "Saya mulai jualan waktu masih kerja di Taiwan, di sela jam istirahat.

Jadi waktu pulang, saya sudah tahu harus ngapain. Itu yang membuat saya tidak kaget," ujarnya. Menurut Lucky, bekal pengalaman seperti ini jauh lebih berharga daripada sekadar tabungan.

Meski begitu, kepulangan pada 2022 tetap menjadi fase yang menantang. Lucky harus membangun kembali usahanya dari awal di Blitar. Ia mencari pemasok baru, mengenali selera pembeli lokal, dan menata ulang cara kerja yang sebelumnya berjalan dari luar negeri.

Pakaian menjadi pilihan pertama karena mudah dipasarkan dan cepat berputar. "Semua saya mulai lagi dari nol. Tapi karena sudah pernah jualan, saya lebih tenang. Saya tahu prosesnya, tinggal sabar dan telaten," katanya.

Dua tahun setelah memulai ulang, Lucky berani memperluas usahanya. Pada 2024 ia menambah lini perabot rumah tangga di samping pakaian. Kedua lini itu kini sama-sama berjalan lancar.

Seluruh aktivitas pemasaran ia jalankan melalui akun TikTok @luckyalpi22 dan Instagram @luckyalpi. Ia berharap langkah tersebut dapat menginspirasi sesama purna PMI untuk berani memulai usaha dengan modal yang mereka miliki. "Teman-teman PMI itu sebenarnya pekerja keras dan disiplin. Kalau semangat itu dibawa ke usaha, saya yakin banyak yang bisa berhasil," tuturnya. Ia menjalani fase tersebut dengan sabar, memutar kembali keuntungan untuk menambah stok, dan menghindari langkah yang terlalu berisiko.

Ketekunan Lucky juga tampak dari caranya mengelola usaha secara mandiri. Ia memilih barang, membuat konten, melayani pertanyaan pembeli, dan memastikan setiap pesanan terkirim tepat waktu.

Baca Juga: Megawati Resmikan Rumah Masa Kecil Bung Karno di Blitar, Ajak Generasi Muda Tak Takut Merdeka

Disiplin kerja yang terbentuk selama bertahun-tahun di Taiwan ia bawa ke dalam rutinitas usaha di rumah. Ia mencatat setiap transaksi agar perputaran modal tetap terpantau. Menurut Lucky, kebiasaan kerja para PMI sebenarnya sangat cocok untuk dunia usaha. Mereka terbiasa bangun pagi, bekerja dengan target, dan menjaga tanggung jawab kepada pemberi kerja. Nilai-nilai itu, menurutnya, tinggal dipindahkan ke dalam pengelolaan usaha sendiri agar menghasilkan manfaat bagi keluarga.

Lucky juga menilai media sosial membuka kesempatan yang setara bagi siapa pun, termasuk perempuan di daerah. Usaha online tidak menuntut modal sewa tempat yang besar.

Yang lebih penting adalah kemauan belajar dan keberanian tampil menawarkan produk. Ia kerap berbagi pengalaman kepada kerabat dan kenalan yang pernah atau sedang bekerja di luar negeri. "Saya sering ditanya caranya. Saya bilang, mulai dari yang kecil dulu, dari barang yang dipahami. Pelan-pelan nanti ketemu jalannya," ucapnya. Baginya, keberhasilan satu orang dapat membuka jalan bagi banyak orang lain.

Sepuluh tahun perjalanan usaha itu ia maknai sebagai hasil dari konsistensi. Lucky berharap kelak dapat melibatkan lebih banyak warga sekitar dalam usahanya. "Harapan saya, usaha ini bisa terus tumbuh dan suatu saat bisa mengajak orang lain ikut bekerja. Rezeki itu lebih berkah kalau bisa dibagi," imbuhnya.

Yang membuat kisah Lucky Alpi menarik untuk dicermati terletak pada pesan yang ia bawa bagi ribuan perempuan Blitar di luar negeri. Masa kerja di luar negeri dapat menjadi masa persiapan, dan kepulangan dapat menjadi awal babak usaha yang baru.

Selama semangat belajar dan kejujuran dalam berdagang terus terjaga, perjalanan Lucky layak dibaca sebagai inspirasi nyata bagi penguatan ekonomi keluarga purna pekerja migran di daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ratu Tiara
R