Pelindo bersama Ibeka Hadirkan Listrik 24 Jam di Kampung Ausem-Papua

AKURAT.CO PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan Yayasan Ibeka meresmikan pengoperasian Pembangkit Energi Terpadu berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 10 kW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 7 kWp di Kampung Ausem, Distrik Yerui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
"Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara sisi energi dan ekonomi biru sehingga paling tidak kampung ini ikut mendukung untuk memenuhi komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca," ujar Direktur Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hendra Iswahyudi.
Program ini menghadirkan akses listrik 24 jam bagi 154 jiwa dari 35 Kepala Keluarga, termasuk 10 fasilitas umum, menjadikan Ausem sebagai desa pertama di Distrik Yerui yang menikmati listrik berkelanjutan berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Baca Juga: Pelindo Borong 5 Penghargaan di ICCS 2025
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pelindo dalam pemerataan energi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan.
"Pelindo berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pembangkit energi terpadu di Ausem, Papua bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Asta Cita Presiden," ujar Ali.
Pelindo dan IBEKA juga membangun workshop ekonomi produktif dan mendampingi pembentukan BUMK (Badan Usaha Milik Kampung) Mariseni Jaya Ausem, yang kini menjadi pengelola operasional PLTMH, PLTS, mesin es balok, bengkel perahu, serta unit usaha ekonomi produktif lainnya.
"Pembangkit ini tidak hanya menyediakan akses listrik, tapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kegiatan ekonomi. Pembangkit ini diharapkan dapat bertahan sampai ke generasi selanjutnya," kata Direktur Eksekutif Ibeka, Tri Mumpuni.
Potensi ekonomi masyarakat meningkat signifikan, dengan estimasi produksi 3–11 ton hasil perikanan per bulan dan potensi pendapatan Rp58–167 juta per bulan, termasuk peluang penjualan ke wilayah Biak dan Serui.
Kepala Kampung Ausem, Yan Kristian Berotabui mengungkapkan bahwa hadirnya PLTMH dan PLTS ini akan menerangi rumah, sekolah dan rumah ibadah, bahkan membuka peluang tambahan penghasilan.
"Dengan adanya listrik anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari. Para Ibu bisa mengelola hasil kebun dan hasil laut secara lebih baik. Anak-anak muda bisa berinovasi, berkreasi, dan workshop menjadi tempat pelatihan bagi generasi berikutnya," ungkap Yan Kristian.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
"Kami berharap hadirnya Pembangkit Energi Terpadu ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mengembangkan potensi besar yang dimiliki Ausem," tukas Ali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








