Menaker: Kemampuan Adaptasi Jadi Tantangan Baru di Era Revolusi Industri 4.0

AKURAT.CO, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan bahwa era revolusi industri 4.0 akan memunculkan pekerjaan baru yang disertai dengan tantangan baru dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang membutuhkan kemampuan adaptasi.
"Ke depannya kita harus terus waspada dan beradaptasi termasuk dalam hal K3, karena munculnya jenis pekerjaan baru akan menimbulkan potensi-potensi baru yang memerlukan strategi pengendalian yang juga baru," ujar Menaker Ida ketika menghadiri acara Penganugerahan Penghargaan K3 2021 di Jakarta, melansir Antara, Rabu (28/4/2021).
Secara khusus Ida Fauziyah menyoroti bagaimana terjadinya pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah bahwa perubahan tata kerja kerja baru dapat dilaksanakan.
Hal itu juga berarti diperlukannya kemampuan bersama semua pihak untuk beradaptasi menghadapi segala kemungkinan yang ada dengan tata kerja baru itu.
"Saya kira kemampuan kita untuk adaptasi terhadap jenis pekerjaan baru, situasi baru juga sangat diperlukan," tegasnya.
Di dalam kesempatan tersebut, Ida Fauziyah juga meminta para perusahaan untuk terus mempertahankan kinerja K3 mengingat hal itu merupakan investasi menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan produktivitas.
Secara khusus, dia mengapresiasi para gubernur yang telah berhasil membina penerapan K3 di wilayah masing-masing dan kepada para perusahaan penerima penghargaan yang berhasil menerapkan K3 di tempat kerjanya.
"Pemberian Penghargaan K3 ini adalah salah satu upaya penting karena sampai sekarang masih banyak perusahaan-perusahaan yang tidak patuh pada norma K3," tegasnya.
Ketidakpatuhan itu, kata Ida, pada akhirnya mendorong terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Dalam acara tersebut, yang dilakukan sebagai bagian peringatan Hari K3 Sedunia yang jatuh pada 28 April, Kemnaker memberikan penghargaan kepada 16 gubernur dan ribuan perusahaan yang dianggap berhasil menerapkan K3.
Rinciannya adalah penghargaan kepada 1.342 perusahaan untuk kategori Kecelakaan Nihil, penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV AIDS kepada 191 perusahaan, penghargaan Sistem Manajemen K3 (SMK3) kepada 1.616 perusahaan, dan penghargaan P2 COVID-19 kepada 512 perusahaan.
Sekadar informasi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan vokasi untuk menghadapi proses transformasi ketenagakerjaan akibat pandemi dan revolusi industri 4.0.
"Kemnaker telah menyusun kebijakan pelatihan vokasi agar sesuai dengan munculnya peluang usaha dan jenis pekerjaan baru di era pandemi, di antaranya kebijakan triple skilling, yakni skilling, re-skilling dan up-skilling bagi pekerja," kata Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah di sela peresmian "Talent Corner" di Balai Latihan Kerja (BLK) Surakarta, Rabu (10/3/2021).
Selain itu, dikatakannya, upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah, di antaranya optimalisasi pemagangan berbasis jabatan, peningkatan soft skills, perubahan kurikulum dan metode yang berfokus pada human digital online menggunakan metode blended training, serta kolaborasi dengan semua stakeholders terutama pelaku industri untuk menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



