Akurat

Gerogoti Ekonomi, Miris Sampah Makanan Bikin Negara Rugi Capai Rp551 Triliun!

Ainur Rahman | 10 Juli 2022, 18:00 WIB
Gerogoti Ekonomi, Miris Sampah Makanan Bikin Negara Rugi Capai Rp551 Triliun!

AKURAT.CO, Bak bola salju, isu terkait penanganan sampah makanan terus bergulir. Sejumlah upaya pun dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan agar masalah sampah bisa diurai dan dientaskan.

Terlebih, masalah sampah tak hanya menyangkut aspek masalah kesehatan semata namun juga menyangkut aspek lainnya. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan penanganan sampah makanan bisa mengatasi masalah ekonomi masyarakat.

" Dengan penanganan sampah makanan kita menginginkan bisa mengatasi masalah masyarakat yang mulai terbebani masalah ekonomi. Kalau dilihat sangat ironis ya harga cabai mahal, bahan maknanan mahal tapi kita buang-buang di sini. Oleh karena itu harus ada perubahan perilaku," kata Sandiaga Uno di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data The Economist Intelligence, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah makanan (food loss and waste) terbesar di dunia, selain Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Catatan tersebut didukung dari hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan sejumlah lembaga mengenai hasil studi komprehensif terkait Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia pada 2021.

Menurut kajian Bappenas ,sampah makanan yang terbuang di Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun atau setara 115-184 kilogram per kapita per tahun.

" Besarnya intensitas makanan yang terbuang menjadi sampah tentu berdampak terhadap beberapa sektor seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Akibat sampah makanan ini negara setidaknya mengalami kerugian ekonomi yang mencapai Rp213 - Rp551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia," ucapnya.

Sandiaga Uno pun berharap seluruh stakeholder di industri pariwisata mulai dari pelaku usaha pariwisata, khususnya pelaku usaha hotel, restoran dan kafe, pemerintah, akademisi, media hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk dapat berperan dalam upaya penanganan food loss and waste di Indonesia.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.