Massa Aksi Bertahan di Depan Gedung DPR, Terus Memaksa Masuk

AKURAT.CO Massa aksi dari sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa masih bertahan di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Massa melakukan aksi pembakaran sisa-sisa bekas makanan dan minuman, spanduk. Juga melempari petugas keamanan dengan berbagai macam benda.
Sejak Kamis petang, ratusan orang memaksa masuk ke dalam Gedung DPR. Mereka pun membentangkan bendera merah putih, poster, dan baliho yang bertuliskan berbagai tuntutan aksi.
Tak berselang lama, massa mulai membakar sisa-sisa sampah di depan pintu gerbang.
Dalam hal ini, belum jelas tuntutan yang disampaikan massa aksi kali ini. Mereka pun bukan bagian dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang sebelumnya menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR.
Salah satu orator meneriakkan bahwa mereka turut mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Terpantau aparat keamanan mulai mempersiapkan diri dengan berbagai perlengkapan untuk mengamankan massa aksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Ijazah Gibran Dipersoalkan, Politisi PSI Singgung Riwayat Pendidikan BJ Habibie
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








