Jakarta dan Shenzhen Sepakati Kerja Sama Sister City, Dimulai November 2026

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta menyepakati kerja sama sister city dengan Kota Shenzhen yang akan dimulai November 2026.
Kesepakatan ini tercapai setelah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, di Fuzhong 3rd Road, Tiongkok, Rabu (22/4/2026).
"Saat ini Jakarta telah menjalin kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai. Kami berharap dapat menyusun Letter of Intent (Lol) sebagai langkah awal kemudian dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen," jelas Pramono, melalui keterangan tertulis.
Ia menilai kerja sama ini akan memperkuat hubungan internasional sekaligus membuka ruang pertukaran praktik terbaik antarkota. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong pembangunan Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan.
"Jakarta dengan penduduk sekitar 11 juta jiwa serta kawasan aglomerasi Jabodetabek yang mencapai 42 juta jiwa menghadapi persoalan yang dulu juga dialami Beijing, seperti transportasi, kemacetan, polusi hingga banjir. Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai role model," jelas Pramono.
Baca Juga: Gelar XPORIA 2026, Bank Jakarta Bidik Peran Orkestrator Ekonomi Kota Global
Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, menyambut positif rencana tersebut dan langsung menawarkan empat bidang kerja sama prioritas.
"Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city. Selain itu, ada peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, people to people connection seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim," ujarnya.
Menurut Tao, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki posisi strategis dalam jalur maritim global sehingga relevan untuk pengembangan kolaborasi. Ia juga menyatakan kesiapan Shenzhen membantu Jakarta dalam pengembangan sistem transportasi berbasis teknologi.
"Kita terbuka untuk mengirim perusahaan Shenzhen ke Jakarta, mulai dari elektrifikasi kendaraan, perkembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk layanan publik," jelasnya.
Sebagai informasi, Shenzhen dikenal sebagai salah satu kota dengan perkembangan teknologi dan konsep smart city paling pesat di dunia. Kota ini bertransformasi dari kawasan nelayan menjadi pusat teknologi global sejak ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus pada 1980, dengan populasi mencapai sekitar 20 juta jiwa.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, PAM Jaya Bagikan 100 Toren Air untuk Ibu-ibu di Jakarta Utara
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






