Akurat Logo

Pembangunan LRT Jakarta Dilanjutkan Dengan Nilai Investasi Rp5,5 Triliun

Citra Puspitaningrum | 31 Januari 2023, 22:55 WIB
Pembangunan LRT Jakarta Dilanjutkan Dengan Nilai Investasi Rp5,5 Triliun

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melanjutkan pembangunan kereta lintas rel terpadu atau LRT Jakarta fase 1B dengan rute Velodrome ke Manggarai. 

Direncanakan akan dibangun lima stasiun yang melayani rute 1B Velodrome-Manggarai, yakni Stasiun Pemuda Barat, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman dan Manggarai dengan total panjang 6,4 kilometer. 

LRT Jakarta fase 1 rute Kelapa Gading-Velodrome membentang di atas jalur sepanjang 5,8 kilometer. Fase ini memiliki enam stasiun, yakni Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian dan Velodrome. 

"Jadi, dari sekarang ini kita mempunyai enam stasiun di fase satu. Nanti di fase 1B kita akan menambah lima stasiun, panjang trase 6,4 kilometer," kata Direktur Utama LRT Jakarta, Hendri Saputra saat rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (31/1/2023). 

Hendri optimistis dengan pembangunan rute baru LRT Jakarta, angka penumpang bisa naik sekitar 180 ribu orang per hari. Dengan kelanjutan pembangunan LTR Jakarta, pihaknya juga berharap mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan transportasi umum di ibu kota. 

"Ini target optimis ridership sekitar 180 ribu dan realistiknya kami menargetkan sekitar 80 sampai 100 ribu. Ini sudah dilakukan kajiannya oleh konsultan yang memberikan kajian FS untuk trase ini," tuturnya. 

Sebagai informasi, apabila ditotal dari fase 1 dan fase 1B LRT Jakarta berjumlah 11 stasiun dengan panjang trase 12,2 kilometer maka memiliki headway atau waktu kedatangan kereta setiap 10 menit. 

Adapun, nilai investasi pembangunan LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome-Manggarai ditargetkan sebesar Rp5,5 triliun. Dibandingkan dengan LRT fase 1 sepanjang 5,8 kilometer yang menelan anggaran Rp6 triliun

"Target dari investasi ini sebesar Rp5,5 triliun. Dengan Rp5,2 triliun untuk infrastruktur dan sistem lalu Rp300 miliar untuk rolling stock," pungkas Hendri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.