Akurat Logo

Hunian Layak Bagi Warga Kampung Bayam Mulai Dibangun, Selesai Bulan September

Okto Rizki Alpino | 8 Mei 2022, 07:21 WIB
Hunian Layak Bagi Warga Kampung Bayam Mulai Dibangun, Selesai Bulan September

AKURAT.CO, Pemprov DKI Jakarta akhirnya memulai pembangunan hunian layak bagi warga Kampung Bayam yang terdampak pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Dimulainya pembangunan itu ditandai dengan groundbreaking pembangunan, Sabtu (7/5/2022) oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. 

Anies mengatakan bahwa proses pembangunan hunian layak bagi warga Kampung Bayam menjadi momentum untuk menentukan masa depan warga Kampung Bayam. Dia mengakui bahwa proses pembangunan memang kerap terasa lama bagi warga. 

"Proses pembangunan memang ada urutannya. Ketika proses tersebut, bagi yang menjalani akan terasa lama. Tapi sesudah nanti terbangun akan menjadi sebuah tempat Bapak, Ibu menorehkan sejarah panjang di masa depan,” kata Anies Baswedan dalam sambutannya.

Bangunan permukiman warga Kampung Bayam itu dibangun di atas lahan seluas 11,8 hektar. Anies berharap proyek tersebut dapat dikerjakan tepat pembiayaan, tepat waktu dan tepat kualitas. Anies menargetkan pembangunanya selesai pada September 2022.

“Kami titipkan tiga hal pada semua yang mengerjakan, yakni on budget, on schedule, dan on quality. Sehingga, huniannya jadi yang terbaik serta tepat waktu tuntas September,” ujarnya. 

Anies mengatakan, pencanangan pembangunan hunian bagi warga Kampung Bayam itu merupakan kewajiban pemerintah DKI. Proses itu sekaligus mengirimkan pesan kepada publik bahwa Pemprov DKI Jakarta melakukan pembangunan yang memfasilitasi semua, termasuk warga Kampung Bayam yang berada di dekat pembangunan JIS.

“Semua mendapat kesempatan yang sama untuk masa depan yang cerah dan Pemprov DKI menjunjung tinggi kesetaraan kemanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk nyata untuk warga Kampung Bayam,” tambahnya.

Anies memastikan bahwa profesi warga Kampung Bayam tak akan hilang atau tergerus oleh pembangunan hunian baru. Sebab, kata Anies, profesi mereka sebagai petani perkotaan atau urban farmer tetap akan tersedia. Pekerjaan mereka itu tidak akan dihilangkan sebab itu merupakan sumber penghidupan Warga Kampung Bayam. 

“Bukan hanya hunian, tetapi penghidupannya direncanakan dengan melibatkan semua. Nantinya yang berprofesi sebagai petani dapat terus meneruskan profesinya, sehinga menjadi contoh di samping stadion bertaraf internasional, berdampingan dengan masyarakat petani perkotaan,” paparnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri