Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Sudah 45%, Dinkes DKI: Masih Terkendali

AKURAT.CO Rasio keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Jakarta menunjuk grafik yang terus meningkat. Hampir setengah tempat tidur untuk isolasi kini terisi pasien Covid-19.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Lies Dwi Oktavia menyebutkan, BOR isolasi saat ini mencapai hampir menyentuh 50 persen dan ICU mencapai 14 persen.
"Untuk keterisian ICU itu 14 persen, keterisian isolasi 45 persen," kata Dwi kepada wartawan, Jakarta, Kamis (27/1/2022).
Dwi mengatakan, dengan persentase tingkat keterisian tempat tidur itu, situasinya sebenarnya masih terkendali meskipun terlihat BOR menunjukkan tren peningkatan. Fasilitas kesehatan disebut masih cukup mampu menangani lonjakan pasien.
"Jadi saat ini di angka keterisian 45 persen relatif kondisinya masih cukup bisa kendalikan di dalam lingkungan faskes untuk kasus yang perlu perawatan. Untuk ICU masih oke, keterisian ICU di 14 persen," ujarnya.
Dwi menjelaskan, selama rata-rata keterisian tempat tidur belum mencapai 60-70 persen, layanan terhadap pasien sejatinya masih aman terkendali. Kecuali bila kapasitas tempat tidur telah melampaui batas itu, maka situasinya akan menimbulkan kekhawatiran sehingga diperlukan langkah khusus menambah tempat tidur isolasi.
"Tapi tetap kita lihat dan kalau memang jumlah tempat tidur Covid-19 perlu ditambah, maka kita tambah tentu dengan melakukan penyesuaian RS-nya, kemudian pengaturan area RS untuk full Covid-19 dengan yang campur, walau area perawatannya beda. Kita lihat semua aspek," tuturnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 1.886 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 14.082 orang yang masih dirawat atau isolasi.
"Perlu digarisbawahi bahwa 12.483 orang dari jumlah kasus aktif (88,6 persen) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 3.509 orang sehingga total kasus, yang mana 3.325 di antaranya (94,8 persen) juga merupakan transmisi lokal," ucap Dwi dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022). []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu




