Akurat Logo

Ahmed Zaki Soal Sumur Resapan ala Anies: Sebagian Besar Air Terserap ke Tanah

Okto Rizki Alpino | 23 Desember 2021, 21:45 WIB
Ahmed Zaki Soal Sumur Resapan ala Anies: Sebagian Besar Air Terserap ke Tanah

AKURAT.CO Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Iskandar menyindir politikus di DKI yang menyoroti pembangunan sumur resapan yang digalakkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Dia mengatakan, salah satu program pengendalian banjir di Jakarta itu telah mendapat persetujuan dan dukungan DPRD DKI dan masyarakat Jakarta. Program itu juga terbukti efektif mengurangi banjir dan genangan di Jakarta. 

"Apakah program sumur resapan didukung DPRD? Dukung. Apakah didukung masyarakatnya? Dengan kemampuan Pak Gubernur kita menjelaskan ke masyarakat, masyarakat percaya. Apa yang terjadi, benarkah airnya terserap? Sebagian besar memang air terserap ke tanah," katanya saat menyampaikan pidato di hadapan peserta pendidikan politik bertajuk "Political Leadership Program 2021" yang diselenggarakan DPD Partai Golkar, Kamis (23/12/2021).

Memang diakuinya ada sebagian kecil sumur resapan boleh jadi bermasalah. Misalnya karena kontraktor proyek pembangunan sumur resapan itu nakal atau perencanaan pembangunan yang tidak matang. 

Tetapi, kata dia, angka persentasenya sangat kecil. Artinya, sumur resapan yang dibangun mayoritas bermanfaat. 

"Ada sebagian kecil yang mungkin kontraktornya nakal, perencanaannya tidak tepat, pelaksanaannya tidak efektif. Katakanlah margin error-nya 5 persen dari 21 ribu sumur resapan yang dibangun Pemprov DKI untuk meminimalisir banjir Jakarta," katanya. 

Dia lalu menyindir sebagian politikus yang mempersoalkan pembangunan sumur resapan itu. Isu sumur resapan itu lalu dijadikan isu politik yang disorot terus menerus akhir-akhir ini. Padahal, sumur resapan telah banyak membantu mengurangi banjir dan genangan di Jakarta. 

"Itulah yang jadi masalah sekarang yang oleh teman-teman Parpol yang lain, yang katanya anak-anak muda, selalu jadi sorotan seolah-olah sumur resapan ini tidak berhasil, tidak berdaya guna bahkan menghamburkan anggaran oleh Pemprov DKI," katanya. 

Dia menambahkan, isu sumur resapan itu menjadi fakta politik akhir-akhir ini di Jakarta. Isu itu juga membelah aktor-aktor politik berada pada dua kubu berbeda. Yakni kubu yang mendukung dan yang menolak pembangunan sumur resapan. 

Adapun pihak yang mendukung, kata dia, akan menyatakan program itu bermanfaat. Sementara yang tidak mendukung menyatakan sebaliknya. 

"Gara-gara sumur resapan itulah jadi momentum bagi para politisi, baik itu pendukung para oposisi memakai program itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa program pembangunan dengan tujuan menyejahterakan masyarakat. Inilah fakta politik kita," katanya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
B
Editor
Badri