Akurat Logo

Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Anies Klaim Proyek JPO di Jalan Layang Tapal Kuda Nyaris Rampung

| 29 Mei 2021, 15:20 WIB
Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Anies Klaim Proyek JPO di Jalan Layang Tapal Kuda Nyaris Rampung

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pengerjaan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Layang Tapal Kuda Tanjung Barat dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan nyaris rampung.

Kendati pembangunan JPO itu setempat terkendala pembebasan lahan, namun Anies mengaku fasilitas pejalan kaki itu sudah 90 persen dikerjakan. Sisa 10 persenya terus dikebut sehingga JPO dipastikan tuntas dalam waktu dekat.

"Sudah mencapai 90 persen, dan terus digenjot pengerjaannya," kata Anies di akun instagaramnya @aniesbaswedan dikutip AKURAT.CO Sabtu (29/5/2021).

Adapun posisi JPO itu berada persis di dua ujung Jalan Layang Tapal Kuda. JPO melintang dari kiri ke kenan, membelah Tapal Kuda baik dari arah Lenteng Agung maupun dari Tanjung Barat.

Anies menyebut JPO itu akan menambah daftar JPO kekinian  di Jakarta, seperti  JPO moderen lainnya, Anies bilang fasilitas ini juga dibikin ramah disabilitas. 

"Selain itu, JPO Tanjung Barat dan Lenteng Agung dirancang ramah disabilitas, dengan keberadaan lift. Dimaksudkan untuk kesetaraan fasilitas bagi semua warga ibu kota," tuturya.

Masalah JPO yang menjadi fasilitas tambahan pada jalan layang ini membuat  fly over Tapal Kuda molor digunakan dari tenggat waktu yang ditentukan. Masalah itu akhirnya berhasil diselesaikan dan konstruksi JPO mulai di bangun pada Januari 2021 lalu.

Proyek ini mulanya ditarget rampung dan siap digunakan pada Desember 2020 lalu, tetapi hanya karena masalah lahan pembangunan JPO ini,  jalan layang tersebut ditarget rampung 100 persen pada Maret 2021 lalu namun kembali molor.

"Secara fisik memang sudah selesai tapal kuda Lenteng Agung. Namun untuk JPO kan blom selesai," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta  Hari Nugroho.

Sekedar informasi,Proyek Tapal Kuda sudah digenjot sejak Oktober 2019. Proyek itu dibangun oleh PT Jakon yang menangani flyover Tanjung Barat.

Bangunan itu mempunyai total panjang 1.120 meter, di sisi selatan 470 meter, sisi utara 580 meter dengan lebar 8 meter dan tinggi 6,5 meter.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.