9 Bulan Terakhir, Limbah Elektronik Jakarta Capai 22.683 Kg

AKURAT.CO, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan sebanyak 22.683 Kilogram limbah elektronik (ewaste) selama 9 bulan terakhir. Limbah berbahaya ini dikumpulkan sejak Februari hingga Oktober 2020.
Limbah elektronik (ewaste) adalah barang atau peralatan elektrik dan elektronik yang sudah usang, sudah berakhir daur hidupnya, dan tidak lagi memberikan nilai atau manfaat bagi pemiliknya. Limbah elektronik mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).
“22.000 kilogram lebih sampah atau limbah elektronik sudah kami angkut periode Januari sampai Oktober,” kata Kepala Dinas LIngkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih ketika dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020).
Andono menjelaskan, ribuan kilogram limbah elektronik ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari perkantoran baik perusahaan swasta maupun pemerintah hingga rumah tangga.
“Ewaste dapat bersumber baik dari rumah tangga dan juga dari hasil kegiatan seperti dari perkantoran, sekolah, hotel, apartemen dan lain-lain," ujarnya.
Andono mengatakan, supaya limbah elektronik ini tidak dibuang berbarengan dengan jenis sampah lainya, sekarang ini pihaknya memasang tempat penampungan atau drop box yang tersebar di sejumlah perkantoran dan tempat-tempat publik seperti halte Transjakarta dan MRT.
Andono melanjutkan, setelah terkumpul, limbah elektronik itu akan diangkut petugas untuk dimusnahkan.
“Warga Jakarta juga bisa menyerahkan atau minta penjemputan limbah elektronik dengan berat minimal lima kilogram ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Jalan Mandala V, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur,” imbuhnya.
Bagi warga yang ingin menyerahkan limbah elektronik DInas Lingkungan Hidup dapat mengajukan permohon di situs resmi, lingkunganhidup.jakarta.go.id atau melalui Facebook dengan akun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
“Penjemputan sampah atau limbah elektronik mencakup lima wilayah kota administrasi. Harus warga DKI Jakarta dan perorangan. Kemudian, berat timbangan sampah elektronik minimal lima kilogram," tuntasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




