Sejarah dan Perjalanan Ok Otrip yang Bertansformasi Menjadi Jaklingko

AKURAT.CO, Pemerinatah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya melakukan integrasi seluruh angkutan umum di Jakarta. Dengan adanya angkutaan umum yang mumpuni dan menjamin kenyaman penumpangnya, khalayak Ibu Kota diyakini berangsur meninggalakan kendaraan pribadinya.
Ide menyatukan semua angkutan umum ini digagas Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kala mereka berkampanye pada Pilkada DKI 2017 silam.
Sukses menumbangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Btp) alias Ahok dan Djarot Saeful Hidayat. Anies - Sandi perlahan membangun sistem integrasi angkutan umum ini. Mulanya sistem itu diberi nama OK - Otrip.
Ok Otrip ini bertujuan menyatukan semua moda transportasi di Jakarta mulai dari angkutaan kota (Angkot), Angkutan bus sedang dan bus besar serta Transjakarta. Tujuannya tentu memudahkan masyarakat Ibu Kota untuk beraktifitas.
Sistem pembayarannya disebut - sebut hanya dilakukan sekali dalam satu kali perjalanan. Tentu ongkos perjalanan jauh lebih murah ketimbang saat manaiki angkutan reguler.
Pada 2018 lalu, Ok Otrip diuji coba selama sembilan bulan dengan menggandeng 483 armada melayani 33 rute. Saat itu Ok Otrip hanya menggandeng angkutan bus kecil atau angkot dengan Transjakarta.
Uji coba diklaim sukses oleh Gubernur Anies Baswedan. Selama masa percobaan Anies mengatakan Ok Otrip berhasil mengangkut sebanyak 68.000 penumpang setiap harinya.
Meski klaim kesuksesan dan kelebihan Ok Otrip ini terus diagungkan, bukan berarti program ini tak mendapat kendala.
Hingga Agustus 2018 dimana Sandiaga Uno mengundurkan diri dari kursi DKI, nama Ok Otrip seolah ikut tenggalam. Banyak yang tak tahu keberlanjutan program ini.
Pada tahap dimana Ok Otrip tak lagi menjadi bahan obrolan. Gubernur Anies datang membawa kejutan baru. Nama Ok Trip yang sudah mulai akrab dengan masyarakat diganti menjadi Jaklingko.
Jaklingko sendiri diambil dari istilah sistem pengolahan persawahan di Nusa Tenggara Timur, Lingko dimana persawahan itu ditata sambung menyabung seperti jaring laba - laba.
Nama Jaklingko merepresentasikan moda angkutan umum yang disatukan atau terintegrasi. Jaklingko resmi dilucurkan pada Oktober 2018 silam.
Anies lalu membuka sayembara bagai semua lapisan masyarakat untuk disain logo Jaklingko. Sayembara berlangsung selama sebulan, Anies lalu menunjuk Melvin Santoso pemuda asal Surabaya sebagai pemenang sayembara tersebut dan berhak mendapatkan uang tunai Rp 100 juta rupiah.
Logo Jaklingko karya Melvin tersebut berupa tipografi bertulis Jak Lingko berwarna biru. Lalu ada gambar menyerupai payung dengan enam sisi yang bermakna Jak Lingko sebagai payung moda transportasi di enam wilayah Jakarta. Teknik disain dan pewarnaan logo yang digagas Melvin mampu memikat Anies Baswedan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 4Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot




