Bayar Parkir di Taman Ayodya Masih Cash, Aplikasi Jukir Hanya Retorika Anies-Sandi?

AKURAT.CO, Penggunaan aplikasi Jukir di taman Ayodya di kawasan Blok M Jakarta Selatan tampaknya masih belum maksimal. Pasalnya masih banyak pengguna jasa parkir membayar cash daripada transaksi non tunai.
Padahal, aplikasi Jukir ini dilaunching oleh wakil gubernur DKI Jakarta Sandiga Salahudin uno pada Kamis (17/5) pekan lalu. Pemprov DKI menyebut aplikasi ini akan mempermudah juru parkir dan pengguna parkir. Sebab, dengan adanya aplikasi ini pengguna jasa parkir tak perlu menggunakan uang cash untuk membayar parkir, cukup transaksi non tunai.
"Rata - rata masih bayar cash, mungkin belum banyak yang tahu soal aplikasi ini," kata Muhamad Rumanto salah satu juru parkir saat ditemui AKURAT.CO, Kamis (24/5).
Berdasarkan pantauan di taman Ayodya, petugas parkir langsung meminta para pengguna jasa parkiran untuk membayarnya terlebih dahulu sebelum meninggalkan kendaraanya.
"Untuk motor sekali parkir bayar Rp2 ribu, kalau mobil goceng (Rp5 ribu), kalau yang tidak punya aplikasi nanti pas parkir kami fotoin nomor polisinya untuk mencetak karcis," jelasnya.
Usai membayar mereka diberikan karcis oleh juru parkir. Karcis dicetak melalui mesin pencetak yang sudah terintegarsi dengan smart phone juru parkir yang terinstal aplikasi jukir.
"Alatnya dikasih sama pihak perusahan Jukir, ini koneksinya lewat bluetooth," bebernya.
Kendati begitu, Rumanto mengaku belum begitu paham dengan penerapan sisitem tersebut. Misalnya, terkait pengisian saldo, serta mekanisme pembayaran via aplikasi jukir. Sebab, pemerintah belum memberikan pelatihan terkait penggunaan secara detail aplikasi ini kepada juru parkir secara langsung.
"Enggak paham juga saya kalau buat dapetin saldo di-aplikasi, nanti mungkin kami diberi pelatihan," tukasnya.
Sementara itu, Kosmas salah satu pengguna parkir di taman Ayodya mengaku tidak ada perbedan sebelum dan sesudah adanya aplikasi parkir ini. Dia mengaku dengan adanya aplikasi itu malah trasnsaksi pembayaran bertambah ribet, pasalnya harus menunggu lama saat juru parkir mencetak karcis.
"Enggak ada bedanya, malah tambah ribet soalnya abang - abang (Juru parkir) harus foto nomor polisi kita dulu, kalau dulu sebelum ada aplikasi ini, bayar tinggal bayar aja," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



