Pakar Linguistik UI: Kata Pribumi Dijelaskan Dalam Konteks Penjajahan

AKURAT.CO, Polemik terkait penggunaan kata ‘Pribumi’ saat pidato pelantikan Gubernur DKI Anies Baswedan terus menjadi perbincangan semua pihak. Akibat kata Pribumi itu pun Gubernur yang baru dua hari dilantik dilaporkan ke pihak Kepolisian.
Menanggapi hal tersebut pakar Linguistik Universitas Indonesia, Untung Yuwono menjelaskan, penggunaan kata Pribumi oleh Anies lebih dijelaskan dalam konteks penjajahan pada masa silam.
Menurutnya, Anies menggunakan kata "pribumi" dalam konteks penjajahan pada masa silam. Kata "pribumi" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penghuni asli yang berasal dari tempat bersangkutan
"Kata tersebut dilawankan atau dioposisikan dengan "penjajah" dalam konteks pemakaian kata "pribumi" oleh Anies yang berkenaan dengan sejarah kolonialisme di Jakarta pada masa silam," ujar Untung.
Dia menuturkan konteks pemakaian "pribumi" secara pemakaian bahasa tidak dapat dilepaskan dari konteks. Adapun konteks "pribumi" yang digunakan Anies tersebut berupa konteks kebahasaan.
"Yaitu kalimat-kalimat yang datang sebelum dan beberapa saat setelah kata "pribumi" itu dipakai ketika Anies berbicara tentang Jakarta sebagai kota yang telah dihuni oleh masyarakat (pribumi) yang pernah dijajah oleh kolonialis (penjajah) hingga merdeka.
Jadi, lanjutnya, kata "pribumi" yang digunakan oleh Anies Baswedan itu merujuk pada 'masyarakat Jakarta yang dijajah oleh koloniali pada masa kolonialisme'
"Pada bagian wacana saat kata "pribumi" itu dikatakan, bagian itu bersifat deskriptif, mendeskripsikan apa yang terjadi pada masa kolonialisme hingga merdeka (ini pun ada konteks kemerdekaan yang diproklamasikan di Pegangsaan Timur)," ujarnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik



