Yayasan Mapekka Gencarkan Edukasi Keselamatan Berkendara di SMAN 6 Depok

AKURAT.CO Upaya menekan tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar kembali digencarkan Yayasan Masyarakat Peduli Keselamatan dan Korban Kecelakaan Transportasi (Mapekka).
Pada Kamis (20/11/2025), ratusan siswa SMAN 6 Kota Depok mengikuti edukasi keselamatan berkendara yang melibatkan Jasa Raharja, Polres Metro Depok, dan RS Puri Cinere.
Kegiatan dibuka Wakil Kepala Sekolah Setyowati, yang mengingatkan bahwa insiden lalu lintas di kalangan pelajar terus meningkat seiring maraknya kebiasaan membawa motor tanpa SIM dan tanpa perlengkapan keselamatan.
Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral membangun budaya aman bagi para siswa.
“Keselamatan itu kebiasaan yang harus dibangun,” katanya.
Ketua Yayasan Mapekka, Dr. Haryo Pamungkas, menekankan pentingnya pencegahan kecelakaan sejak usia sekolah.
Ia menyebut mayoritas insiden melibatkan sepeda motor yang banyak dikendarai pelajar. Aturan wajib SIM, lanjutnya, adalah bentuk perlindungan, bukan sekadar regulasi.
Dari Polres Metro Depok, Ipda Syarif Hidayatullah, S.H., memaparkan aturan berkendara dan konsekuensi hukum bagi pengendara tanpa SIM.
Ia menegaskan bahwa jalan raya bukan tempat berlatih pengendara pemula.
“Aturan itu dibuat untuk menyelamatkan,” tegasnya.
Baca Juga: Spesifikasi Apple Watch Series 10: Lebih Tipis dan Lebih Pintar
Wakil Kepala Sekolah SMAN 6 lainnya, Sri Irlandarini, turut mengungkapkan bahwa sekolah sangat serius menjaga keselamatan siswa. Ia bahkan menyebut SMAN 6 pernah kehilangan murid akibat kecelakaan.
“Kami tegas mengikuti Instruksi Gubernur Jabar. Siswa yang membawa motor wajib punya SIM. Kalau tidak, tidak kami izinkan,” ujarnya.
Materi medis disampaikan tim RS Puri Cinere—dr. Ryzka Febriyani Anggita dan perawat Ade Firmansyah—yang menjelaskan jenis cedera umum pada korban kecelakaan serta langkah pertolongan pertama dengan prinsip “ABC”: airway, breathing, dan circulation.
Mereka menekankan pentingnya helm SNI sebagai perlindungan utama cedera kepala.
Perwakilan Jasa Raharja, Erna, memaparkan mekanisme santunan kecelakaan sekaligus mengingatkan bahwa santunan bukan alasan untuk abai terhadap keselamatan.
Ia menjelaskan, kontribusi asuransi sudah termasuk dalam pajak kendaraan.
Para Duta Lalu Lintas—Muhammad Chalifatu Syamsi, Aryaabrhamaksatra Nararyaa Prabhaswara, dan Aurellia Raissa Husnul Chatimah—mengajak pelajar menjauhi perilaku berisiko seperti balap liar, modifikasi ekstrem, dan berkendara tanpa helm.
“Aksi berbahaya tidak membuat terlihat hebat, hanya membuka peluang celaka,” tutur Aurellia.
Sesi interaktif di akhir acara berlangsung meriah, diisi permainan edukatif dan tanya jawab.
Baca Juga: Anwar Ibrahim Tegaskan Tak Ada Yang Ditutupi dalam Penyelidikan Terhadap FAM
Kegiatan ditutup dengan pembacaan Pakta Integritas Keselamatan Berkendara, yang menegaskan komitmen siswa untuk mematuhi aturan lalu lintas, memakai perlengkapan keselamatan, tidak berkendara tanpa SIM, serta menghindari tindakan berbahaya di jalan.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun budaya berkendara yang lebih aman di kalangan pelajar Depok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









