Rano Karno Ancam Tindak Tegas Soal Beras Oplosan, Enggak Ada Urusan Kalau Salah

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, akhirnya buka suara terkait dugaan pelanggaran mutu beras subsidi yang disalurkan PT Food Station Tjipinang Jaya.
Dengan tegas, Rano Karno memastikan Pemprov Jakarta akan bersikap transparan dan tidak segan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.
"Kalau memang salah, tindak. Enggak ada urusan," ujar Rano Karno, kepada wartawan di kawasan Kemayoran Baru, Selasa (15/7/2025).
Baca Juga: Tindak Tegas Produsen dan Pengedar Beras Oplosan
Rano Karno telah menerima laporan dari pihak Food Station yang membantah adanya praktik pengoplosan beras subsidi.
Namun, Pemprov Jakarta tetap akan mendalami kasus ini secara objektif dan menyeluruh.
"Saya sudah mendapat laporan dari Food Station bahwa itu tidak benar. Tapi ini memerlukan waktu yang panjang untuk diskusi," katanya.
Baca Juga: Warga Jakarta Kena Tipu Beras Oplosan, PSI Dukung Penuh Investigasi PT Food Station
Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, menurut Rano Karno, audit dan pemeriksaan internal akan dilakukan.
Inspektorat Provinsi Jakarta telah diturunkan untuk mengawasi dan mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam penyaluran beras subsidi.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jakarta dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pangan, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Satgas Pangan Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Ada dari Wilmar hingga Food Station
Sebelumnya, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan mengungkap temuan mengejutkan.
Sebanyak 212 merek beras diduga tidak sesuai standar mutu, bahkan mengandung praktik pengoplosan yang merugikan konsumen.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyatakan, praktik oplos dan pengemasan ulang beras telah menyebabkan kerugian bagi masyarakat hingga Rp99 triliun per tahun.
Baca Juga: Terbongkar Daftar Merk Beras Diduga Oplosan, Cek Beras Anda!
"Temuan ini sudah kami laporkan kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung untuk diproses lebih lanjut," ujar Amran, pada Senin (14/7/2025).
Empat perusahaan besar pun kini berada dalam sorotan penyidikan. Mereka adalah Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 520 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 6Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







