Endus Kecurangan, Satgas Jaga Demokrasi Ajak Warga Pantau Pelaksanaan Pilkada yang Jujur dan Adil

AKURAT.CO Satgas Jaga Demokrasi yang terdiri dari sejumlah pimpinan relawan militan pendukung Ridwan Kamil-Suswono mengendus adanya upaya yang dapat menodai dan merusak sendi-sendi demokrasi di Pilkada Jakarta 2024.
Salah satu contohnya yaitu adanya upaya cara-cara yang tidak bermartabat seperti tindakan politik uang dan penyebaran sembako menjelang pencoblosan.
Sebagaimana hal ini juga sudah menjadi temuan Bawaslu di Kepulauan Seribu, yang telah menyegel ribuan paket sembako yang rencananya akan dibagikan kepada masyarakat, guna memenangkan pasangan calon Gubernur nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
Terkait hal ini, Koordinator Satgas Jaga Demokrasi, Bang Jalih Pitoeng, meminta kepada warga Jakarta, terutama kepada relawan untuk turut serta memantau pelaksanaan pilkada yang jujur dan adil.
Baca Juga: Perhatikan! Hal yang Boleh dan Tak Boleh Saat Nyoblos Pilkada 2024
Ia menyarankan kepada warga maupun relawan untuk menggunakan ponselnya untuk mengambil foto atau merekam tentang berbagai pristiwa pelanggaran pilkada yang ditemukan.
"Kami akan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta hadiah yang pantas atas peran serta masyarakat dalam menjaga demokrasi yang bersih dan bebas dari money politik serta cara-cara kotor lainnya," ucap Bang Jalih dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/11/2024).
Ia juga meminta kepada masyarakat dan relawan untuk mengawasi warung dan gerai-gerai minimarket yang digunakan oleh pihak-pihak perusak demokrasi sebagai tempat bertransaksi sekaligus tempat pendistribusian sembako dan politik uang.
Bang Jalih menyebut, pihaknya telah mendapatkan informasi berupa data yang disinyalir ada 1.278 titik yang akan digunakan sebagai tempat pembagian dan atau pendistribusian sembako maupun politik uang.
Baca Juga: Bawaslu Minta Perlindungan Polisi Selama Pemungutan Suara Pilkada 2024
"Oleh karena itu, kami meminta kepada gakkumdu untuk mengawasi titik dimaksud tersebut. Dan data tersebut akan kami serahkan dengan segera pada hari ini," ujarnya.
Selain beberapa poin tersebut, Bang Jalih juga meminta kepada masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih calon pemimpin.
Sekaligus tidak memilih para calon pemimpin yang melakukan cara-cara tidak bermartabat sekaligus melanggar hukum, peraturan dan perundang-undangan. Terutama undang-undang tentang pilkada.
"Karena, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan seorang pemimpin yang baik, bersih, jujur, amanah dan prorakyat jika proses peralihan kekuasaan ini dilakukan dengan cara-cara yang tidak bermartabat," jelas Bang Jalih.
Baca Juga: Resmi! Ini Link Download Surat Edaran Libur Pilkada 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








