Banyak Masalah, Plt Wali Kota Bogor Minta Transmart Tunda Kegiatan Soft Launching

AKURAT.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyelenggarakan audiensi dengan pengelola pusat perbelanjaan modern Transmart di Paseban Sri Bima Balaikota, Kota Bogor.
Pertemuan itu berlangsung tegang lantaran mencuatnya beragam permasalahan di proyek yang berlokasi di Jalan KH Abdulah Bin Nuh, Kecamatan Tanah Sareal.
Permasalahan yang muncul ke permukaan dalam audiensi itu di antaranya terkait ketenagakerjaan, pembowlingan pohon ilegal, perizinan warga, relokasi rumah warga yang terdampak pembangunan, amdal lalin, dan permasalahan lainnya.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung Plt Wali kota Bogor Usmar Hariman dan sejumlah SKPD, Wakil Ketua DPRD Heri Cahyono, tokoh masyarakat Abuzar dan Gatut Susanta.
Sedangkan Transmart diwakili Presiden Direktur PT Bumi Jasmin Lestari Johannes, corporate comunication GM Satria dan jajarannya.
Dalam pertemuan tersebut, Transmart sempat membahas rencana soft launching yang akan diselenggarakan 25 Mei 2018.
Corporate Comunication GM Transmart Carefour, Satria mengatakan, manajemen tetap akan melaksanakan soft launching. Padahal, langkah itu mendapat penolakan dari Plt Wali kota Usmar Hariman dab warga sekitar,
Ia menyebut, masalah yang terjadi seperti pembowlingan pohon merupakan hak tanggung jawab masing masing dan tidak mengganggu soft launching.
"Kami sudah berkoordinasi dan karena undangan sudah disebar, jadi untuk soft launching 25 Mei 2018, tetap akan dilaksanakan. Jadi walaupun ada berbagai masalah, rencana soft launching tetap akan dilaksanakan,” ucapnya kepada wartawan.
Sementara, Plt Wali kota Bogor Usmar Hariman meminta Transmart menunda rencana soft launching, kecuali semua permasalahan dan komitmen awal sudah diselesaikan.
“Masalahnya masih banyak dan nanti hari Senin akan ada rapat lanjutan membahas soal ini juga. Jadi kalau saran dan permintaan Pemkot Bogor, lebih baik pihak Transmart menunda rencana soft launching dan selesaikan dulu semua permasalahan permasalahannya,” tegas Usmar.
Kata dia, apabila Transmart tetap ngotot melaksanakan soft launching, maka Pemkot Bogor tidak ada datang memenuhi undangan atau hadir di acara tersebut.
“Pemkot tidak akan hadir dan intinya pihak Transmart harus menyelesaikan dulu semua permasalahan ini, terutama kaitan soal warga sekitar yang terkena dampak pembangunan,” ungkapnya.
Usmar menyatakan, Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai pihak yang menerbitkan Amdal Lalin saja hingga kini belum dilakukan peninjauan ke lokasi.
“Untuk rekayasa lalu lintas, ada 17 rekomendasi BPTJ untuk masa operasional dan 10 rekomendasi masa kontruksi. Pihak BPTJ saja belum meninjau, masa akan dilakukan soft launching. Saya kira lebih baik ditunda, kalau soal undangan, kan bisa di buat kembali undangan penundaan, agar permasalahan terselesaikan satu persatu,” pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah



