Akurat Logo

Pakar Linguistik UI: Kata Pribumi Dijelaskan Dalam Konteks Penjajahan

Khaerul S | 18 Oktober 2017, 17:29 WIB
Pakar Linguistik UI: Kata Pribumi Dijelaskan Dalam Konteks Penjajahan

AKURAT.CO, Polemik terkait penggunaan kata ‘Pribumi’ saat pidato pelantikan Gubernur DKI Anies Baswedan terus menjadi perbincangan semua pihak. Akibat kata Pribumi itu pun Gubernur yang baru dua hari dilantik dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Menanggapi hal tersebut pakar Linguistik Universitas Indonesia, Untung Yuwono menjelaskan, penggunaan kata Pribumi oleh Anies lebih dijelaskan dalam konteks penjajahan pada masa silam.

Menurutnya, Anies menggunakan kata "pribumi" dalam konteks penjajahan pada masa silam. Kata "pribumi" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penghuni asli yang berasal dari tempat bersangkutan

"Kata tersebut dilawankan atau dioposisikan dengan "penjajah" dalam konteks pemakaian kata "pribumi" oleh Anies yang berkenaan dengan sejarah kolonialisme di Jakarta pada masa silam," ujar Untung.

Dia menuturkan konteks pemakaian "pribumi" secara pemakaian bahasa tidak dapat dilepaskan dari konteks. Adapun konteks "pribumi" yang digunakan Anies tersebut berupa konteks kebahasaan.

"Yaitu kalimat-kalimat yang datang sebelum dan beberapa saat setelah kata "pribumi" itu dipakai ketika Anies berbicara tentang Jakarta sebagai kota yang telah dihuni oleh masyarakat (pribumi) yang pernah dijajah oleh kolonialis (penjajah) hingga merdeka.

Jadi, lanjutnya, kata "pribumi" yang digunakan oleh Anies Baswedan itu merujuk pada 'masyarakat Jakarta yang dijajah oleh koloniali pada masa kolonialisme'

"Pada bagian wacana saat kata "pribumi" itu dikatakan, bagian itu bersifat deskriptif, mendeskripsikan apa yang terjadi pada masa kolonialisme hingga merdeka (ini pun ada konteks kemerdekaan yang diproklamasikan di Pegangsaan Timur)," ujarnya.[]

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A