MPR MintaPemerintah Evaluasi Kebijakan Transportasi Nasional

Jakarta, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid meminta pemerintah mengevaluasi seluruh layanan dan manajemen transportasi nasional di Indonesia seperti administrasi, kelayakan unit transportasi hingga aspek keselamatan terutama pemerintah berupaya meningkatkan jumlah turis untuk datang ke Indonesia.
"Insiden kapal Zahro Express bukan kado tahun baru yang baik, apalagi pemerintah ingin tingkatkan jumlah turis dengan menerapkan bebas visa, namun ternyata di Indonesia tidak disiapkan keselamatannya," kata Hidayat di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa (3/1).
Insiden kapal Zahro menurut Hidayat, mengingatkannya kasus pilot Citilink QG 800, yang diduga mabuk saat akan menerbangkan pesawat Citilink dari Surabaya menuju Jakarta.
"Kalau seperti ini memang ada wisatawan yang mau datang, apalagi lihat ada pilot yang mabuk, pesawat jatuh, kapal kebakar. Mereka malah ketakukan sehingga pemerintah harus betul-betul satu kata aman nyaman, termasuk transportasinya," ujarnya.
Politikus PKS itu menegaskan bahwa pemerintah harus menjamin rasa aman bagi para penumpang dengan melakukan pengecekan terhadap seluruh elemen transportasi dengan kondisi baik.
Dia meminta pihak berwenang untuk serius memperbaiki sistem transportasi itu dengan memastikan seluruh perangkat alat transportasi di darat, laut, dan udara.
"Terkait bagaimana kinerja Kemenhub, kinerja dari lembaga-lembaga di lapangan yang diberikan kewemangan untuk pengecekan dan memastikan seluruh perangkat alat transportasi kita baik di darat, laut, dan udara," tuturnya.
Dia mencontohkan dalam kasus dugaan pilot Citilink yang mabuk, pemerintah dan lembaga terkait harus memeriksa kondisi pesawat dan pilot agar tidak membahayakan penumpang.
Menurut dia, seorang pilot seharusnya diperiksa secara rinci sehingga ketika kelihatan berjalan sempoyongan, bisa dideteksi bahwa kondisinya tidak baik sehingga tidak boleh menerbangkan pesawat.
"Misalnya, juga di kapal Zahro di pelabuhannya sudah dipastikan kapal itu layak berlayar, ada pelampung, termasuk mesin-mesin juga dipastikan tidak terjadi konslet," imbuhnya.
KM Zahro Express dilaporkan terbakar di Teluk Jakarta, di sekitar Pulau Bidadari, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Jakarta pada Minggu (1/1). Peristiwa kapal terbakar itu telah menyebabkan 23 orang meninggal dunia, 17 luka-luka, 17 hilang, dan 194 orang selamat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



