BI Perluas Underlying Operasi Moneter, Transaksi Obligasi SMF Naik

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) memperluas surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying dalam operasi moneter.
Kebijakan ini mulai menunjukkan dampak terhadap aktivitas pasar sekunder, salah satunya tercermin dari lonjakan transaksi surat berharga PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
BI mencatat volume transaksi surat berharga SMF di pasar sekunder meningkat signifikan dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026. Artinya, volume transaksi tersebut naik sekitar 464% dalam periode tersebut.
Baca Juga: Caplok Asuransi Etiqa, Maybank Indonesia Mulai Beroperasi sebagai Grup Keuangan Terintegrasi
Kebijakan perluasan underlying operasi moneter dilakukan BI sebagai bagian dari penguatan operasi moneter yang berorientasi pada mekanisme pasar atau pro-market.
Melalui kebijakan ini, obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi dapat digunakan sebagai underlying dalam transaksi operasi moneter.
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, penguatan operasi moneter melalui pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA) penting agar kebijakan moneter dapat diteruskan hingga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
"Sinyal kebijakan moneter perlu mengalir melalui Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) agar dapat memengaruhi transaksi dan pembiayaan dunia usaha dan rumah tangga," kata Destry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, operasi moneter pro-market tidak hanya ditujukan untuk mengelola likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar.
Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendorong aktivitas transaksi di pasar keuangan sehingga dapat mendukung kegiatan ekonomi di sektor riil.
"Melalui operasi moneter pro-market, Bank Indonesia tidak hanya mengelola likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar, tetapi juga mendorong aktivitas transaksi di pasar keuangan, yang kemudian mendukung kegiatan ekonomi di sektor riil," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah






