Pesan Prabowo ke Kepala Bappenas: Data Tunggal Sosial Ekonomi Jadi Dasar Setiap Kebijakan Pembangunan
Hefriday | 17 Maret 2025, 12:58 WIB

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus berbasis data akurat dan didukung oleh sektor strategis seperti pertanian dan industri berbasis sumber daya domestik.
Menurutnya, kebijakan pembangunan yang baik harus menggunakan data tunggal sosial ekonomi nasional agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Presiden RI Prabowo memberikan arahan agar penggunaan data tunggal sosial ekonomi nasional menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan. Ini memastikan perencanaan ekonomi kita lebih tepat sasaran dan mampu menjawab tantangan utama yang dihadapi masyarakat," ujar Rachmat dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Bappenas, lanjutnya, bertanggung jawab untuk menyusun kebijakan berbasis data yang terintegrasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, pengelolaan data harus akurat dan efisien, serta sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) Tahun 2022, agar keamanan informasi publik tetap terjaga.
Dalam konteks pembangunan ekonomi, sektor pertanian menjadi perhatian khusus. Rachmat menilai sektor ini sangat penting dalam mengurangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
"Sejak tahun 1970-an, kebijakan pertanian telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan. Karena itu, kita harus memastikan sektor ini tetap menjadi prioritas dengan meningkatkan produktivitas," ujarnya.
Ada lima faktor utama yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian, yaitu benih berkualitas, sistem irigasi yang baik, penggunaan pupuk yang tepat, penerapan teknologi modern, dan sistem logistik yang efisien.
Namun, Rachmat juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada sektor industri dan jasa. Manufaktur berbasis bahan baku lokal juga perlu diperkuat agar pertumbuhan ekonomi lebih stabil dan berkelanjutan.
"Pembangunan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada sektor industri dan jasa. Kita perlu membangun kekuatan dari sektor yang berbasis sumber daya domestik, seperti pertanian dan manufaktur berbasis bahan baku lokal," jelasnya.
Sebagai penutup, Rachmat mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk DEN dan Badan Gizi Nasional (BGN), untuk berkolaborasi demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
"Melalui kebijakan yang berbasis data dan penguatan sektor strategis, kita dapat memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas. Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dan masukan agar target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMN 2025-2029 dapat tercapai," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








