Begini Strategi Fiskal China di 2025 Untuk Dongkrak Konsumsi Domestik
Demi Ermansyah | 24 Desember 2024, 21:24 WIB

AKURAT.CO China tengah bersiap menghadapi dinamika ekonomi global dengan kebijakan fiskal yang lebih proaktif. Dalam konferensi nasional yang berlangsung selama dua hari, Kementerian Keuangan China menegaskan komitmennya untuk menggenjot belanja publik sebagai salah satu cara utama mendorong konsumsi domestik.
Fokus ini menjadi prioritas strategis guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dilansir dari Bloomberg, Selasa (24/12/2024), salah satu langkah konkret yang disampaikan adalah peningkatan anggaran fiskal. Pemerintah berencana memperluas skala belanja publik dan mempercepat realisasi anggaran untuk memastikan dampaknya segera terasa. Langkah ini diharapkan mampu menstimulasi daya beli masyarakat, sehingga konsumsi domestik dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Tantangan Ekonomi China di Tengah Tarif AS
Kementerian juga akan meningkatkan rasio defisit anggaran menjadi 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari 3% tahun ini. Peningkatan ini didukung oleh rencana penerbitan lebih banyak obligasi pemerintah, yang hasilnya akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur dan program-program konsumsi lainnya.
Kementerian juga akan meningkatkan rasio defisit anggaran menjadi 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari 3% tahun ini. Peningkatan ini didukung oleh rencana penerbitan lebih banyak obligasi pemerintah, yang hasilnya akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur dan program-program konsumsi lainnya.
Fokus pemerintah tidak hanya pada perluasan belanja, tetapi juga pada pengoptimalan alokasi anggaran agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Pemerintah China juga menaruh perhatian besar pada penguatan program pertukaran produk konsumen. Program ini dirancang untuk meningkatkan permintaan terhadap produk-produk lokal, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, investasi pemerintah di sektor strategis seperti infrastruktur digital dan energi terbarukan juga akan ditingkatkan guna menciptakan efek multiplier bagi perekonomian. Namun, tidak semua ekonom optimis. Stimulus fiskal yang diproyeksikan setara dengan 2% dari PDB dianggap masih terlalu konservatif.
Seperti yang diketahui, sebelumnya China menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% untuk 2025. Angka ini serupa dengan target tahun ini, yang diperkirakan tercapai berkat stimulus sejak September lalu.
Meski demikian, para ahli menilai keberhasilan target ini sangat bergantung pada efektivitas implementasi kebijakan fiskal yang lebih proaktif dan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar properti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









