Terdampak Kenaikan Pajak, Pelaku Usaha Inggris Bersiap Pangkas Tenaga Kerja

AKURAT.CO Perusahaan-perusahaan di Inggris saat ini menghadapi tekanan besar setelah pemerintah Partai Buruh mengumumkan kenaikan pajak senilai lebih dari GBP40 miliar (sekitar Rp799 triliun).
Kenaikan ini terutama berasal dari perubahan pada asuransi nasional, pungutan yang langsung memengaruhi upah pekerja.
CEO Confederation of British Industry (CBI), Rain Newton-Smith menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait situasi ini, dimana dalam pidatonya pada konferensi tahunan kelompok lobi bisnis di London, ia mengkritik langkah pemerintah yang dianggap membebani dunia usaha.
Baca Juga: Menteri Rosan Ajak Investor Inggris Masuk ke Sektor EBT RI
“Peningkatan pajak seperti ini tidak boleh lagi dilakukan begitu saja terhadap dunia usaha,” ujar Newton-Smith melalui lansiran Bloomberg, Selasa (26/11/2024).
Survei CBI mengungkapkan dampak langsung dari kebijakan ini. Hampir setengah (48%) perusahaan menyatakan akan memangkas tenaga kerja, sementara 62% lainnya memutuskan mengurangi perekrutan.
Selain itu, enam dari sepuluh perusahaan merasa bahwa kebijakan ini tidak membuat Inggris lebih menarik sebagai tujuan investasi.
“Ketika Anda menyerang keuntungan, Anda menyerang daya saing, Anda menyerang investasi," ucapnya.
Secara tidak langsung, lanjutnya, akan masih ada kekhawatiran bisnis yang telah melewati masa sulit selama beberapa tahun terakhir, kini harus kembali mengambil langkah mitigasi risiko.
CBI pun mengajukan beberapa rekomendasi, termasuk menjadikan pajak kesehatan pekerja bebas pajak, reformasi undang-undang perencanaan, serta adopsi teknologi untuk meningkatkan daya saing.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu meredakan tekanan pada perusahaan dan menjaga stabilitas ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









