Meski Target Dividen Naik, Anggaran Kementerian BUMN 2025 Justru Turun Jadi Rp277,5 Miliar

AKURAT.CO Komisi VI DPR RI pada Rabu menyetujui alokasi anggaran Kementerian BUMN tahun anggaran 2025 sebesar Rp277,5 miliar, sesuai surat Badan Anggaran DPR RI tanggal 10 September 2024.
Anggaran tersebut turun sekitar 3% dibandingkan alokasi anggaran 2024 yang sebesar Rp284 miliar. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (11/9/2024), Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi ke anggota Komisi VI DPR RI atas segala upaya yang telah dilakukan.
Meskipun pada akhirnya, Kementerian BUMN belum berhasil mendapatkan tambahan anggaran, kendati target dividen BUMN tahun depan dinaikkan dari Rp85 triliun tahun ini menjadi Rp90 triliun. “Jadi mungkin ini bagian dari cobaan bagi kami di BUMN. Mudah-mudahan ini tidak mengendorkan kinerja kami,” ucap Erick.
Baca Juga: Buntut Investasi Bodong di BTN, Ombudsman Panggil OJK, LPS dan Kementerian BUMN
Adapun anggaran Kementerian BUMN sebesar Rp277,5 miliar untuk 2025 akan dialokasikan untuk gaji dan tunjangan sebesar Rp78,42 miliar, operasional kantor Rp71,62 miliar, persen), anggaran pembinaan BUMN Rp47,35 miliar, serta pengembangan dan pengawasan BUMN Rp80,09 miliar.
Kementerian BUMN sebelumnya telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp66,64 miliar. Erick, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada 2 September 2024, mengatakan bahwa anggaran tahun 2025 sebesar Rp277 miliar tak sebanding dengan kontribusi BUMN selama ini.
Ia menyampaikan kontribusi BUMN kepada negara melalui setoran dividen, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PBNP) meningkat dalam tiga tahun terakhir. Ia menyebut bahwa pada 2020-2023, kontribusi BUMN ke negara mencapai Rp1.940 triliun. Rinciannya, pajak sebesar Rp1.391,4 triliun, PNBP dan lainnya Rp354,2 triliun, dan dividen Rp194,4 triliun.
Kontribusi BUMN dalam pembayaran pajak juga terus meningkat sejak 2020 yang tercatat Rp247 triliun, kemudian naik menjadi Rp278 triliun pada 2021, Rp410 triliun pada 2022, dan Rp457 triliun pada 2023. Dividen BUMN juga tumbuh hingga Rp81 triliun pada 2023 atau naik dibandingkan 2022 yang sebesar Rp40 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









