Menteri AHY Minta Anggaran 2025 Sebesar Rp6,45 T, Di Antaranya Untuk Digitalisasi Data Pertanahan

AKURAT.CO Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajukan anggaran sebesar Rp6,454 triliun untuk tahun 2025. Permintaan anggaran ini mencakup berbagai kegiatan operasional dan non-operasional yang akan dilaksanakan oleh kementeriannya.
"Sesuai surat bersama pagu indikatif Bappenas dan Kementerian Keuangan, pagu indikatif ATR/BPN tahun anggaran 2025 sebesar Rp6,454 triliun. Dengan rincian program dukungan manajemen sekitar Rp4,27 triliun, program pengelolaan dan pelayanan pertanahan Rp2,03 triliun, program penyelenggaraan penataan ruang Rp143 miliar. Adapun sumber dana rupiah murni Rp4,53 triliun dan PNBP1,92 triliun,” kata AHY, Dalam rapat dengan Komisi II DPR RI pada Selasa (11/6/2024).
Anggaran yang diajukan belum termasuk pinjaman dari Bank Dunia yang masih dalam tahap negosiasi untuk lima tahun ke depan. AHY merinci kebutuhan anggaran untuk berbagai direktorat di bawah kementeriannya, termasuk Sekretariat Jenderal sebesar Rp4,15 triliun dan Direktorat Jenderal Tata Ruang sebesar Rp143,3 miliar.
Baca Juga: AHY: Realisasi 5 Program Kementerian ATR Lampaui Target
"Total keseluruhan sekitar Rp 6,455 triliun. Dari jumlah total itu, pagu indikatif belanja operasional sekitar Rp 3,785 triliun. Dan untuk belanja non-operasional sekitar Rp 2,668 triliun," jelas AHY.
Belanja operasional akan digunakan untuk gaji tunjangan, kebutuhan operasional, dan pemeliharaan kantor, sementara belanja non-operasional akan mendukung program manajemen, pengelolaan pertanahan, dan penataan ruang.
Rencana prioritas Kementerian ATR/BPN untuk tahun 2025 juga diungkapkan oleh AHY, meliputi akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Digitalisasi data pertanahan melalui layanan elektronik dan sertifikat elektronik menjadi salah satu fokus utama," ujarnya.
Selain itu, akselerasi pendaftaran tanah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan reforma agraria juga menjadi prioritas."Insyaallah kami berkomitmen untuk fokus dan berusaha secara optimal mencapai target-target prioritas Kementerian ATR/BPN meskipun dengan ketersediaan pagu anggaran sebagaimana yang telah kami sampaikan di atas," ujar AHY.
Rencana lain termasuk pengadaan tanah untuk kepentingan umum dan Ibu Kota Nusantara, pengelolaan pengendalian tanah dan ruang yang berkualitas, serta proyek integrated land administration & spatial planning. Selain itu, penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan, percepatan penyusunan RDTR di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta reformasi birokrasi juga menjadi agenda penting kementerian ini untuk tahun mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









