Berawal dari Makan Siang di Kantor, 5 Fakta Cynthia Tenggara Dirikan Berry Kitchen

AKURAT.CO Saat ini telah banyak model bisnis katering dengan cara online. Berry Kitchen menjadi salah satu brand awal yang menerapkan bisnis serupa. Uniknya, bisnis katering ini diciptakan oleh sosok yang tidak begitu gemar memasak, yaitu Cynthia Tenggara.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait sosok Cynthia Tenggara.
1. Berkarier di dunia pemasaran
Cynthia Tenggara dikenal sebagai salah satu pebisnis wanita sukses. Tidak hanya berhasil mengembangkan bisnisnya, Cynthia juga diketahui sebagai salah satu sosok yang mengenalkan model bisnis baru di dunia makanan Tanah Air. Padahal, Cynthia bukanlah orang yang berpengalaman di dunia kuliner. Bahkan, ia sempat berkarier di dunia pemasaran.
2. Televisi swasta hingga yayasan
Sebelum akhirnya terjun mendirikan Berry Kitchen, Cynthia tidak memiliki latar belakang bisnis sama sekali. Bukan cuma tak memiliki pengetahuan mendalam tentang bisnis, Cynthia juga tak punya pengalaman yang mumpuni di dunia kuliner, bidang bisnis yang dipilihnya. Sebelumnya, Cynthia sempat menjadi salah satu tim kreatif di televisi swasta Indonesia, RCTI. Selain itu, ia juga sempat menjadi Manajer Humas di Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Account Manager di Groupon Indonesia.
3. Berawal dari makan siang di kantor
Cynthia mengaku bahwa dirinya mendapatkan ide startup ketika masih bekerja sebagai karyawan di sejumlah perusahaan. Ketika bekerja di kantor, ia sering mendapatkan makan siang dari kantor. Bagi banyak orang, momen ini pun sangat bermanfaat. Namun sayangnya, makanan yang diberkan sering kali tidak cocok. Dari sini, Cynthia mencari katering makan siang yang bisa memilih menu dan bisa antar ke kantor. Ia menemukan jika katering makan siang untuk perorangan tidak ada di Jakarta.
4. Memulai tanpa bekal pengetahuan memasak
Ide akhirnya datang untuk membuat katering makan siang untuk perorangan di Jakarta. Ide tersebut tetap direalisasikannya meski ia tidak memiliki bekal cukup dalam masak-memasak. Maka dari itu, ia mulai mencari sosok yang bisa memasak dan mau bergabung dengan bisnis yang dijalankannya. Berbekal uang tabungannya, Cynthia resmi mendirikan Berry Kitchen tahun 2012 silam.
5. Layani ribuan pelanggan
Sempat kesulitan meyakinkan chef yang mau keluar dari pekerjaannya, akhirnya Cynthia berhasil mengembangkan Berry Kitchen. Dengan memberikan 15 hingga 20 menu baru setiap harinya, Berry Kitchen mengeklaim telah melayani pemesanan hingga 245 ribu kotak makan untuk 7 ribu pelanggan sejak diluncurkan pada tahun 2012 hingga tahun 2015 lalu. Dalam sehari, Berry Kitchen bisa meraup omzet hingga Rp60 juta atau totalnya mencapai Rp16 miliar.
Saat ini, Berry Kitchen juga telah mendapat dukungan dari sejumlah kapital ventura, salah satunya adalah East Ventures.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




