Makin Ngenes, Cadangan Emas Rusia Juga Akan Dilenyapkan!

AKURAT.CO, Negara-negara Barat sudah menghancurkan ekonomi Rusia. Tetapi mereka belum puas untuk menghancurkan perekonomian Rusia.
Sekelompok anggota parlemen bipartisan AS ingin membatasi akses Vladimir Putin ke cadangan emas Rusia.
Mereka memperkenalkan Rancangan Undang-Undang minggu ini yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan keuangan dengan membuat lebih sulit bagi Moskow guna menggunakan emas untuk menopang rubel yang jatuh. Dari RUU tersebut secara langsung akan menargetkan cadangan emas Bank Sentral Rusia sekitar $130 miliar.
" Ini akan memperketat jeratan keuangan," tutur Komite Intelijen Senat King dikutip dari CNN, Senin (14/3/2022).
RUU itu yang diperkenalkan oleh King, Senator Republik Texas John Cornyn, Bill Hagerty dari Partai Republik Tennessee dan Demokrat New Hampshire Maggie Hassan.
RUU tersebut juga akan menjatuhkan sanksi sekunder pada entitas Amerika mana pun yang secara sengaja bertransaksi dengan atau mengangkut emas dari kepemilikan bank sentral Rusia. Ini juga akan menghukum entitas Amerika yang menjual emas secara fisik atau elektronik di Rusia.
" Kami mengusulkan untuk memotong satu jalan lagi dan meningkatkan tekanan keuangan untuk membuat mereka menghentikan kampanye brutal ini di Ukraina. Emas adalah bagian dari dana gelap yang dibangun Vladimir Putin untuk mengantisipasi sanksi," jelasnya.
Pada akhir Juni, bank sentral Rusia memiliki emas senilai $127 miliar mewakili 21,7 persen dari total aset, menurut Bank Sentral Rusia. Dalam istilah praktis, emas memainkan peran yang lebih besar saat ini karena Barat telah secara efektif membekukan sebagian besar cadangan mata uang bank sentral.
Emas itu disimpan di brankas dalam wilayah Federasi Rusia, menurut laporan baru-baru ini oleh bank sentral Rusia.
Ia berpendapat bahwa Vladimir Putin telah membuat serangkaian salah perhitungan dengan Ukraina, termasuk meremehkan persatuan Barat dan dampak sanksi.
" Kami memberi tahu dia bahwa ini akan datang. Saya tidak tahu apakah dia tidak percaya atau tidak disarankan, tapi saya cukup yakin dia tidak mengantisipasi keganasan sanksi," tambahnya.
“Dia terpojok. Dia sudah kalah perang ini. Bahkan jika dia memenangkan pertempuran jangka pendek dengan merebut Kyiv, tidak mungkin dia bisa menahan Ukraina dan menyerap Ukraina ke Rusia karena dia menciptakan kebencian terhadap Rusia dan dirinya sendiri yang akan bertahan selama satu generasi," ujarnya.
Di antara konsekuensi ekonomi: Lusinan merek besar Barat menjauhkan diri dari Moskow, dengan semua orang dari McDonald's dan General Electric hingga Goldman Sachs dan PayPal menangguhkan sebagian atau semua operasi mereka di Rusia.
King mengatakan bahwa perusahaan Barat yang belum mundur dari Rusia harus bertanya pada diri sendiri apakah mereka benar-benar ingin dikaitkan dengan rezim brutal yang membom rumah sakit.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian
- 10Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas


