Banyak Akal! Australia Sulap Bir Tak Laku Jadi Biogas Murah

AKURAT.CO Biogas merupakan salah satu energi murah, ramah lingkungan, yang bersumber dari bahan organik seperti kotoran manusia dan hewan atau sampah organik seperti dedaunan. Seperti di Indonesia yang mengolah energi biogas dari kotoran hewan atau sampah-sampah organik yang dikumpulkan.
Namun, menurut laporan Russian Today, di Australia ternyata biogas tak hanya dihidupkan melalui sisa sampah organik. Negeri kanguru tersebut menggunakan minuman beralkohol bir untuk dijadikan energi biogas.
Jutaan liter bir yang tidak terjual di Australia selatan tahun ini diubah menjadi biogas yang kemudian digunakan untuk menggerakkan pabrik pengolahan air limbah. Karena pandemi banyak bir yang menjadi basi karena banyak restoran dan pub terpaksa tutup dalam waktu lama.
Tak habis akal pabrik bir di Australia Selatan memberikan bir basi tersebut ke Pabrik Pengolahan Air Limbah di SA Water’s Glenelg Wastewater Treatment Plant, tepat di sebelah barat Adelaide,
Pengelolaan limbah Glenelg menghasilkan biogas dari limbah organik dan lumpur limbah, dan biogas tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik. Dan, menurut manajemen pabrik, bir putih dan lager yang diterima digester sebagai hasil dari penguncian merupakan tambahan yang sangat diterima untuk campuran yang biasa.
Pabrik Glenelg sendiri menghasilkan biogas dari limbah organik dan lumpur limbah, dan biogas tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik. Menurut manajemen pabrik, sisa bir putih dan lager sangat banyak dijual oleh pabrik bir di Australia selama pandemi, dan pihak pabrik sangat menerima bir bekas tersebut.
“Kalori tinggi dan metana dari bir merupakan bahan sempurna untuk campuran biogas. Dengan menambahkan sekitar 150.000 liter bir kedaluwarsa per minggu, kami menghasilkan rekor 355.200 meter kubik biogas di bulan Mei dan 320.000 meter kubik lagi di bulan Juni, yang cukup untuk memberi daya 1.200 rumah,” kata manajer produksi dan perawatan pabrik itu Lisa Hannant dilansir dari RT, Minggu (23/8/2020) .
Lisa mengatakan biogas sendiri memang saat ini kurang mendapat perhatian lebih, padahal selama pandemi, pabriknya bisa membantu mengelola energi dari sisa-sisa bahan industri yang tak terpakai.
"Meski demikian kami juga merupakan salah satu energi terbarukan terutama membantu mengelola sampah organik yang sulit untuk dibuang," kata Hannant, saat ditanya mengenai biogas dari bir ini.
Menggunakan bir untuk menciptakan energi terbarukan hanyalah salah satu contoh tindakan adaptif yang diambil industri di tengah pembatasan COVID-19.
"Industri ini tetap tangguh dan beradaptasi untuk memastikan sumber daya mereka tidak terbuang sia-sia, sambil memungkinkan hasil bagi lingkungan," Hannant menyimpulkan.
Indonesia apakah mau mencoba membuat energi terbarukan seperti ini juga? []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9DPR Ajak Masyarakat Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan




