Akurat Logo

Banyak Akal! Australia Sulap Bir Tak Laku Jadi Biogas Murah

Audit Temp | 23 Agustus 2020, 07:30 WIB
Banyak Akal! Australia Sulap Bir Tak Laku Jadi Biogas Murah

AKURAT.CO Biogas merupakan salah satu energi murah, ramah lingkungan, yang bersumber dari bahan organik seperti kotoran manusia dan hewan atau sampah organik seperti dedaunan. Seperti di Indonesia yang mengolah energi biogas dari kotoran hewan atau sampah-sampah organik yang dikumpulkan.

Namun, menurut laporan Russian Today, di Australia ternyata biogas tak hanya dihidupkan melalui sisa sampah organik. Negeri kanguru tersebut menggunakan minuman beralkohol bir untuk dijadikan energi biogas.

Jutaan liter bir yang tidak terjual di Australia selatan tahun ini diubah menjadi biogas yang kemudian digunakan untuk menggerakkan pabrik pengolahan air limbah. Karena pandemi banyak bir yang menjadi basi karena banyak restoran dan pub terpaksa tutup dalam waktu lama.

Tak habis akal pabrik bir di Australia Selatan memberikan bir basi tersebut ke Pabrik Pengolahan Air Limbah di SA Water’s Glenelg Wastewater Treatment Plant, tepat di sebelah barat Adelaide,

Pengelolaan limbah Glenelg menghasilkan biogas dari limbah organik dan lumpur limbah, dan biogas tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik. Dan, menurut manajemen pabrik, bir putih dan lager yang diterima digester sebagai hasil dari penguncian merupakan tambahan yang sangat diterima untuk campuran yang biasa.

Pabrik Glenelg sendiri menghasilkan biogas dari limbah organik dan lumpur limbah, dan biogas tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik. Menurut manajemen pabrik, sisa bir putih dan lager sangat banyak dijual oleh pabrik bir di Australia selama pandemi, dan pihak pabrik sangat menerima bir bekas tersebut.

“Kalori tinggi dan metana dari bir merupakan bahan sempurna untuk campuran biogas. Dengan menambahkan sekitar 150.000 liter bir kedaluwarsa per minggu, kami menghasilkan rekor 355.200 meter kubik biogas di bulan Mei dan 320.000 meter kubik lagi di bulan Juni, yang cukup untuk memberi daya 1.200 rumah,” kata manajer produksi dan perawatan pabrik itu Lisa Hannant dilansir dari RT, Minggu (23/8/2020) .

Lisa mengatakan biogas sendiri memang saat ini kurang mendapat perhatian lebih, padahal selama pandemi, pabriknya bisa membantu mengelola energi dari sisa-sisa bahan industri yang tak terpakai.

"Meski demikian kami juga merupakan salah satu energi terbarukan terutama membantu mengelola sampah organik yang sulit untuk dibuang," kata Hannant, saat ditanya mengenai biogas dari bir ini.

Menggunakan bir untuk menciptakan energi terbarukan hanyalah salah satu contoh tindakan adaptif yang diambil industri di tengah pembatasan COVID-19.

"Industri ini tetap tangguh dan beradaptasi untuk memastikan sumber daya mereka tidak terbuang sia-sia, sambil memungkinkan hasil bagi lingkungan," Hannant menyimpulkan. 

Indonesia apakah mau mencoba membuat energi terbarukan seperti ini juga? []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.