AKURAT.CO, Pertemuan para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota G-7 sepakat untuk bersatu melawan Rusia. Keputusan ini dicapai karena menurut G-7, perilaku Rusia di kancah internasional mengganggu keamanan dan perdamaian dunia.
G-7 terdiri dari Kanada, Prancis, German, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara berpengaruh secara ekonomi maupun politik.
“Ada kesepahaman diantara negara G-7 untuk melawan prilaku menyimpang Rusia,” kata pejabat yang tak ingin disebutkan namanya kepada Reuters, Senin (23/4).
Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa negara G-7 juga terbuka untuk melakukan dialog dengan Rusia apabila Rusia bertanggung jawab atas prilaku mereka yang mengancam perdamaian dunia.
Dalam pertemuan selama dua hari di Toronto, G-7 bersama dengan Rusia, Iran, dan Korea Utara mendiskusikan tensi di antara mereka, sekaligus juga menyelesaikan masalah politik di Venezuela dan Myanmar.
Para menteri luar negeri diharapkan mengeluarkan pernyataan final pada Minggu, yang berisi keteguhan sikap menentang tindakan Rusia.
“Intinya, apabila Rusia ingin diperlakukan sebagai negara dominan dunia, maka Rusia harus bekerja sama dengan kami,” ungkap salah satu sumber kepada CNBC.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mendesak Rusia untuk membantu memecahkan krisis di Suriah. Namun, Rusia dan Iran memilih untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.
“Konflik Suriah, sebagai contoh, tidak dapat diselesaikan tanpa Rusia. Namun, peyelesaiannya harus dilakukan dengan langkah-langkah konstruktif,” tambahnya.
Pertemuan G-7 pada Minggu (22/04) merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama aliansi ketujuh negara sejak AS, Prancis, dan Inggris meluncurkan 105 misil untuk menghancurkan fasilitas senjata kimia di Suriah. Setelah pertemuan ini, ketujuh negara akan menentukan sikap lanjutan terkait kasus Suriah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik




