Akurat Logo

Bandara Temon Dongkrak Investasi di Kulon Progo

Khaerul S | 1 September 2017, 11:20 WIB
Bandara Temon Dongkrak Investasi di Kulon Progo

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menilai, jika pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon akan mendongkrak masuknya investasi di wilayah ini. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan mengatakan, pihaknya tengah membuka peluang investasi di bidang pariwisata, pengembangan aerotropolis, industri dan pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi.

"Setidaknya ada empat target investasi yang menjadi prioritas pasca peletakkan batu pertama Bandara Temon," kata Agung Kurniawan di Kulon Progo, DIY, melansir dari Antara, Jumat (1/9).

Agus memaparkan, investasi sektor pariwisata, DPMPT berupaya menggaet investor untuk pengembangan wisata kawasan Bukit Menoreh. Saat ini, objek wisata (obwis) Waduk Sermo, Kalibiru, Sendangsono, Nglinggo, dan Tritis akan menjadi objek vital yang diutamakan dalam investasi sektor pariwisata.

Terlebih langkah itu, terkait dengan program Bedah Menoreh yang mulai dilakukan berkenaan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Lebih lanjut Agung menambahkan, pemkab tengah menyiapkan infrastruktur berupa jalan yang menghubungkan antara Bandara Temon dengan Borobudur. Keberadaan infrastruktur dimanfaatkan pelaku objek wisata di kawasan Bukit Menoreh untuk mengembangkan potensi lokal, guna menarik wisatawan.

"Daya tarik area pegunungan serta udara sejuk akan bisa menjadi nilai tambah untuk pengembangan usaha penginapan wisatawan," terang dia.

Sementara itu, untuk investasi di sektor pengembangan aerotropolis yang berada di luar bandara dan airport city yang berada di dalam kawasan bandara. Areal luar bandara akan dimanfaatkan untuk perdagangan barang dan jasa pendukung. Sedangkan dalam bandara akan dijadikan kawasan pendukung operasioanl bandara.

Kemudian, peluang investasi pembangunan pabrik di Kawasan Industri. Ada tiga kecamatan yang dibuka untuk sektor industri, yakni Temon, Sentolo, dan Nanggulan. Kawasan industri Sentolo telah dilengkapi dengan akses jalan yang memadai sehingga investor kelas menengah dan besar bisa mendirikan pabriknya di areal tersebut.

"Sejauh ini sudah ada sejumlah investor dan pabrik yang beroperasi di kawasan itu," katanya.

Terakhir, lanjut Agung, Pemkab Kulon Progo akan mengupayakan peningkatan pelayanan kualitas publik agar sejalan dengan keberadaan bandara bertaraf internasional itu. Peningkatan ini meliputi kualitas SDM dan sarana prasaran yang sudah ada.

"Kami membuka investasi di bidang penyiapkan SDM berbasis teknologi," katanya.

Senada dengan Agung, Kepala Seksi Fasilitasi dan Pengembangan Penanaman Modal DPMPT Kulon Progo Saryanto mengungkapkan, sejauh ini sejumlah investor memang mulai berdatangan dan menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Kulon Progo.

Calon investor yang datang juga cukup beragam dari berbagai bidang. Areal selatan dan areal utara Kulon Progo masih menjadi primadona utama yang menarik penanam modal baik asing maupun dalam negeri.

"Trennya meningkat sejak peletakkan batu pertama awal tahun lalu," pungkasnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A