Aduh, Trump Bakal Kenakan Tarif Baru ke China Mulai Februari 2025
Demi Ermansyah | 22 Januari 2025, 23:04 WIB

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengemukakan ancamannya untuk menerapkan tarif baru sebesar 10% pada seluruh impor dari China.
Dalam pernyataannya pada Selasa (21/01/2025) di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa langkah ini masih dalam pembahasan, namun kemungkinan besar akan mulai diterapkan pada awal Februari.
"Kami sedang membahas tarif 10% untuk China, karena mereka mengirimkan fentanyl ke Meksiko dan Kanada," tegas Trump melalui lansiran Reuters, Rabu (22/1/2025).
Dimana ancaman ini kembali muncul sehari setelah China sempat tidak masuk dalam daftar target langsung dari kebijakan perdagangan AS.
Trump juga mengungkit janji kampanyenya untuk menindak keras praktik dagang yang dianggapnya tidak adil. Selama masa jabatan pertamanya, Trump memberlakukan berbagai tarif besar untuk produk China dengan dalih melindungi ekonomi Amerika.
Kali ini, Trump juga menyoroti Meksiko dan Kanada, mengancam akan mengenakan tarif 25% jika kedua negara itu gagal membantu AS mengamankan perbatasan.
Bukan hanya China, Trump juga mengarahkan kritikannya pada Uni Eropa. Ia menyebut blok tersebut sebagai salah satu pelaku ketidakadilan dagang terbesar bagi Amerika Serikat.
"Defisit kami dengan Uni Eropa mencapai USD350 miliar. Mereka memperlakukan kami dengan sangat buruk, jadi tarif untuk mereka juga akan datang,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, pada hari pertama masa jabatan keduanya, Senin (20/01/2025), Trump memilih tidak langsung memberlakukan tarif baru untuk China. Sebagai gantinya, ia meminta pemerintahannya untuk menyelidiki apakah China mematuhi kesepakatan perdagangan sebelumnya.
Tak hanya itu saja, Trump juga menginstruksikan laporan terkait perdagangan fentanyl dan migrasi ilegal dari China, Meksiko, dan Kanada pada 1 April mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Trump mengambil pendekatan lebih strategis. Meski begitu, ancaman tarif ini menandai kelanjutan dari kebijakan keras Trump terhadap China yang sebelumnya telah memengaruhi rantai pasok global.
“Lihat saja hasilnya, sebelum saya jadi presiden, China tidak pernah membayar Amerika bahkan sepuluh sen pun. Sekarang, kami sudah mengambil ratusan miliar dolar dari mereka,” klaim Trump.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









