Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2025, China Fokus ke Belanja Infrastruktur dan Subsidi Sektor Konsumsi
Demi Ermansyah | 12 Januari 2025, 20:21 WIB

AKURAT.CO China tengah mempersiapkan langkah besar untuk memacu pertumbuhan ekonominya di tahun 2025.
Menurut Wakil Menteri Keuangan, Liao Min, memastikan bahwa pemerintah akan menerapkan kebijakan fiskal proaktif yang berfokus pada penguatan konsumsi domestik dan belanja infrastruktur.
"Arah kebijakan fiskal tahun ini sudah sangat jelas, sangat proaktif. Kami akan mendukung penuh pembangunan ekonomi dan sosial," ujar Liao melalui lansiran Bloomberg, dikutip Minggu (12/1/2025).
Dalam rangka mendorong konsumsi masyarakat, lanjutnya, pemerintah akan memberikan subsidi langsung untuk pembelian barang kebutuhan seperti smartphone dan kendaraan bermotor. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan merangsang aktivitas ekonomi dalam negeri.
"Langkah ini sangat penting mengingat ekspor mungkin akan menghadapi tantangan, termasuk tarif yang lebih tinggi dari pemerintahan AS di bawah Donald Trump," tambah Liao.
Belanja Infrastruktur sebagai Motor Ekonomi
Selain subsidi, pemerintah juga akan meningkatkan pengeluaran untuk proyek infrastruktur besar. Pendanaan ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Sumber dana untuk program ini berasal dari penerbitan obligasi khusus negara dan daerah. "Rincian penerbitan obligasi masih dalam proses hukum dan akan diumumkan pada sidang tahunan Kongres Rakyat Nasional Maret mendatang," jelas Liao.
Selain itu, Beijing juga berencana menaikkan tingkat defisit resmi yang selama ini dijaga ketat di angka 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah siap melonggarkan kebijakan fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi.
Dengan fokus pada konsumsi dan investasi infrastruktur, China optimistis dapat mengatasi tantangan domestik dan eksternal yang mengancam pertumbuhan ekonominya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









