Akurat Logo

Resmi Gabung BRICS, RI Bisa Perluas Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan hingga Investasi

Hefriday | 7 Januari 2025, 18:51 WIB
Resmi Gabung BRICS, RI Bisa Perluas Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan hingga Investasi

AKURAT.CO Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS, organisasi ekonomi internasional yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menyambut momen bersejarah ini sebagai pengukuhan posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global.

"Keanggotaan ini membuka peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan negara-negara BRICS, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ujar Arsjad dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).
 
Menurut Arsjad, keanggotaan BRICS juga membawa tanggung jawab baru bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Namun, ia optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat memperkuat fundamental ekonomi, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru.
 
Kadin Indonesia berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah untuk memastikan manfaat dari keanggotaan ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. "Dengan sinergi yang kuat, kita bisa membawa perekonomian Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi," tambahnya.
 
 
Sebelumnya, Brasil sebagai pemegang presidensi BRICS pada 2025, menyambut baik keanggotaan Indonesia. Dalam pernyataan resminya, Brasil menyebut Indonesia sebagai negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang memiliki kesamaan visi dengan anggota BRICS lainnya, terutama dalam mendorong reformasi institusi global dan memperkuat kerja sama negara-negara Selatan Global.
 
Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS pertama kali disepakati dalam KTT di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Agustus 2023. Namun, pemerintah Indonesia secara resmi menyampaikan keinginan bergabung setelah pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto terbentuk pasca pemilu Februari 2024.
 
BRICS saat ini mencakup 40% populasi dunia dan menyumbang 35% produk domestik bruto (PDB) global. Dengan Indonesia sebagai anggota baru, organisasi ini semakin memperkuat pengaruhnya di kancah internasional. Selain Indonesia, tiga negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Malaysia, Vietnam, dan Thailand, juga resmi bergabung pada Oktober 2024.
 
Arsjad menambahkan, keanggotaan Indonesia di BRICS dapat menjadi katalis dalam memperluas hubungan perdagangan ke negara-negara anggota lainnya. "Potensi ekonomi BRICS sangat besar. Dengan dukungan pemerintah dan dunia usaha, kita dapat memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat daya saing nasional," ujarnya.
 
Keanggotaan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Dengan jaringan BRICS yang luas, Indonesia dapat lebih aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan global dan memanfaatkan sinergi dengan negara-negara anggota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
 
Sebagai anggota baru, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendukung agenda-agenda prioritas BRICS selama presidensi Brasil hingga akhir 2025. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekonomi global sekaligus memperluas akses pasar untuk produk dan jasa nasional.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa