Akurat

Larang TikTok Mulai Januari 2025, Segini Kerugian AS

Demi Ermansyah | 18 Desember 2024, 19:38 WIB
Larang TikTok Mulai Januari 2025, Segini Kerugian AS

AKURAT.CO TikTok, salah satu platform media sosial paling populer dengan lebih dari 170 juta pengguna di Amerika Serikat, akan dilarang mulai 19 Januari 2025. 

Larangan ini merupakan dampak dari undang-undang yang mengharuskan perusahaan induk TikTok, ByteDance, menjual kepemilikan kepada entitas non-Cina. Keputusan tersebut menyusul penolakan pengadilan federal terhadap upaya banding TikTok.  
 
Merespon hal tersebut, Presiden Global Business Solution TikTok, Blake Chandlee menyatakan bahwa platform ini (Tiktok) memiliki peran vital bagi bisnis kecil. 
 
 
“TikTok memungkinkan UKM (bisnis kecil) menjangkau pelanggan baru, menciptakan pendapatan tambahan, dan meningkatkan kesadaran merek. Sektor makanan dan minuman, kesehatan, serta layanan bisnis sangat bergantung pada platform ini,” ujarnya melalui lansiran Reuters, Rabu (18/12/2024).
 
Mengacu kepada laporan Oxford Economics yang dirilis pada Maret 2024, TikTok memberikan kontribusi sebesar USD24,2 miliar terhadap PDB AS pada tahun 2023. Sekitar USD15 miliar dari angka tersebut dihasilkan oleh UKM melalui pemasaran organik dan iklan berbayar di platform ini. 
 
TikTok juga menciptakan 224.000 lapangan kerja dan menyumbangkan USD5,3 miliar dalam bentuk pajak.  
 
Namun, larangan ini akan memberikan dampak signifikan bagi jutaan pengguna, termasuk kreator konten dan bisnis kecil. Platform ini telah menjadi alat penting dalam pemasaran digital dengan biaya rendah, terutama bagi UKM yang ingin menjangkau pasar lebih luas tanpa biaya besar.  
 
“Keputusan ini tidak hanya memengaruhi pengguna individu, tetapi juga ekosistem bisnis secara keseluruhan. UKM yang sebelumnya mengandalkan TikTok harus mencari alternatif lain untuk mempertahankan eksistensi mereka di pasar,” tambah Chandlee.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.