Kadin Peringati 75 Tahun Kerja Sama Bilateral RI-Inggris
Hefriday | 12 Desember 2024, 23:19 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Munaslub, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa hubungan kerja sama bilateral Indonesia dan Inggris selama 75 tahun telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Dalam acara “Peringatan 75 Tahun Kerja Sama Kerajaan Inggris-Indonesia” yang berlangsung di Jakarta, Anindya menyoroti nilai strategis dari kerja sama ini, terutama dalam investasi, transisi energi, dan kolaborasi lintas sektor.
Menurut Anindya, salah satu wujud nyata kerja sama ini adalah investasi besar dari perusahaan Inggris, seperti British Petroleum (BP), yang mencapai USD7,1 miliar. Investasi tersebut mencakup pengembangan teknologi carbon storage dan gas alam cair (LNG), yang berkontribusi pada agenda transisi energi Indonesia.
"Kerja sama ini bukan hanya tentang angka, tetapi juga pengakuan terhadap langkah-langkah Indonesia menuju energi berkelanjutan," ujarnyadi Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Kerja sama bilateral ini juga membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar Eropa. Dalam konteks negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Anindya menilai Inggris bisa menjadi mitra penting untuk menjembatani hubungan Indonesia dengan Uni Eropa. Sebaliknya, hubungan ini juga memberikan akses yang lebih luas bagi Inggris dan Eropa untuk memasuki pasar ASEAN, dengan Indonesia sebagai pintu utama.
Anindya menjelaskan bahwa tiga pilar utama dalam kerja sama Indonesia-Inggris meliputi hubungan pemerintah, kemitraan bisnis, dan interaksi masyarakat. Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah pendidikan, di mana Inggris menjadi destinasi utama penerima beasiswa LPDP. Menurut Anindya, kolaborasi pendidikan ini memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Di bidang energi, Inggris diakui sebagai pemimpin dalam pengembangan energi terbarukan seperti angin, hidro, dan tenaga surya. Kerja sama di sektor ini diharapkan semakin memperkuat agenda green energy Indonesia. “London Stock Exchange sebagai pusat pendanaan Eropa memberikan peluang besar untuk memperluas kerja sama investasi di sektor hijau,” tambahnya.
Anindya juga menekankan potensi besar yang dimiliki dua blok ekonomi regional, Uni Eropa dan ASEAN. Dengan nilai ekonomi masing-masing mencapai USD7 triliun dan USD4 triliun, kerja sama antarnegara dalam blok ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi global. Indonesia, dengan PDB USD1,3 triliun, berada dalam posisi strategis sebagai penghubung kedua blok tersebut.
Tidak hanya di bidang bisnis dan energi, kerja sama ini juga mencakup olahraga. Anindya menyebutkan pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, yang kini bermain di klub Inggris, Oxford United, sebagai contoh nyata kolaborasi lintas bidang. "Ini adalah bukti bagaimana kerja sama kita tidak hanya berdampak pada ekonomi tetapi juga pada pengembangan bakat olahraga," katanya.
Lebih lanjut, Anindya menyoroti pentingnya peran filantropi dalam kerja sama bilateral ini. Ia mengungkapkan berbagai inisiatif edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan, menunjukkan kemitraan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berdampak sosial.
Dengan fokus pada sinergi lintas sektor, Anindya optimistis kerja sama Indonesia-Inggris akan terus berkembang di masa depan. "Ini bukan sekadar peringatan, tetapi sebuah momentum untuk memperkuat komitmen di berbagai sektor demi kesejahteraan kedua negara," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










