Akurat Logo

Perang Dagang, Investor Nantikan Kebijakan Baru China di 2025

Demi Ermansyah | 12 Desember 2024, 23:02 WIB
Perang Dagang, Investor Nantikan Kebijakan Baru China di 2025

AKURAT.CO China memulai langkah besar dengan menyelenggarakan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (CEWC) pada Rabu (11/12/2024) hingga Kamis (12/12/2024). Rapat tahunan ini menjadi kunci bagi pemerintah China untuk memetakan kebijakan ekonomi tahun 2025, terutama di tengah ancaman perang dagang dengan Amerika Serikat yang terus memanas.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (12/12/2024) CEWC akan fokus pada agenda kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas pasar. Ancaman tarif tinggi dari Presiden AS terpilih Donald Trump hingga 60% pada barang-barang China menjadi salah satu perhatian utama para pemimpin. Hal ini memaksa Beijing untuk mempertimbangkan strategi baru yang lebih proaktif dalam mendukung ekonomi domestik.

Presiden Xi Jinping turut menegaskan keyakinannya pada ekonomi China. Dalam pidato terbarunya, ia menyebut bahwa ekonomi negara tetap stabil meskipun ada tekanan eksternal. Xi juga mengkritik perang dagang dan perang tarif sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum ekonomi. “Tidak ada yang akan menang dalam perang semacam ini,” tegasnya.
 
 
Disebutkan bahwasanya Politbiro selaku badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis, telah memberikan sinyal kebijakan yang cukup mengejutkan. Mereka kembali menggunakan istilah "kebijakan moneter cukup longgar" dan "kebijakan fiskal lebih proaktif," yang terakhir kali terdengar saat krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu. Langkah ini menandakan kesiapan China untuk menghadapi gejolak eksternal dengan kebijakan yang agresif.

Menurut Kepala Ekonom China di UBS Group AG, Tao Wang kebijakan fiskal ini mencerminkan keseriusan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. “Mereka kemungkinan besar akan menaikkan target defisit anggaran hingga 4% dari PDB, membuka ruang bagi peningkatan belanja negara,” ujar Wang.
 
Meskipun target pertumbuhan ekonomi untuk 2025 baru akan diumumkan secara resmi pada Maret, Wang memprediksi angka sekitar 5%. Target ini diharapkan dapat menjaga ekspektasi pasar meskipun pencapaiannya tidak akan mudah.
 
Senada dengan Wang, Ekonom Bloomberg, Chang Shu menyatakan bahwa keberhasilan mencapai target tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam meningkatkan konsumsi domestik. "Hal ini terlihat dari fokus kebijakan yang mulai bergeser ke arah penguatan pasar dalam negeri, terutama sektor properti dan konsumsi rumah tangga," paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Shu, Investor kini menantikan hasil dari CEWC, yang akan menjadi indikator awal bagaimana pemerintah China menyikapi tantangan global di tahun depan. Stimulus ekonomi yang lebih besar tampaknya akan menjadi langkah utama dalam menghadapi ketidakpastian ini.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.