Akurat Logo

Bos OJK Sebut Hilirisasi dan Teknologi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

Hefriday | 28 November 2024, 23:48 WIB
Bos OJK Sebut Hilirisasi dan Teknologi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

AKURAT.CO Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan pentingnya hilirisasi dan inovasi teknologi sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara CEO Networking 2024 bertema “Navigating Global Market Forces and Technology Innovation for Sustainable Business” di Jakarta baru-baru ini.

Mahendra menyatakan bahwa hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

“Hilirisasi berbasis pada pengembangan nilai tambah mineral dan pertanian, didukung sektor jasa keuangan, akan memberikan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian Indonesia,” ujar Mahendra dikutip Kamis (28/11/2024).

OJK juga menunjukkan komitmen dalam mendukung agenda nasional menuju ekonomi berkelanjutan. Salah satu langkah strategis adalah penerbitan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi pertama yang berfokus pada transisi energi dan mineral kritis. Mineral ini menjadi elemen kunci untuk mewujudkan transisi energi di Indonesia.

Baca Juga: TPAKD, Upaya OJK Genjot Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Mahendra mengungkapkan bahwa versi kedua taksonomi tersebut sedang dalam tahap finalisasi. “Versi berikutnya akan mencakup sektor konstruksi, real estate, transportasi, dan pertanian. Kami berharap taksonomi ini dapat diterbitkan awal tahun depan,” tambahnya.

Dalam mendukung penguatan ekonomi dan investasi, OJK juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Indonesia untuk menjadi anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan kelompok negara BRICS. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat landasan ekonomi modern dan membuka peluang investasi yang lebih luas.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Ferry Irawan, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya peran pasar modal sebagai pilar utama pembiayaan pembangunan. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang ditetapkan pemerintah memerlukan kontribusi sektor pasar modal, terutama dalam mendukung hilirisasi industri, transisi energi, dan digitalisasi ekonomi.

Senada dengan Ferry, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Perkasa Roeslani, menyoroti investasi sebagai kunci untuk mencapai target tersebut. “Investasi di sektor strategis seperti karbon dan hilirisasi akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Rosan.

Acara CEO Networking 2024 merupakan bagian dari peringatan 47 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. OJK bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam penyelenggaraan acara ini.

CEO Networking 2024 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara OJK, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan pasar modal. Kolaborasi ini bertujuan mendukung akselerasi pertumbuhan pasar modal serta kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Mahendra juga menekankan pentingnya peran pasar modal dalam mendukung transformasi ekonomi digital. Dengan kolaborasi yang erat, pasar modal diharapkan dapat menjadi katalis utama untuk mendorong inovasi dan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Melalui CEO Networking 2024, OJK dan para pelaku pasar modal menegaskan komitmen mereka dalam menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang pertumbuhan. Dengan hilirisasi, transisi energi, dan investasi strategis, pasar modal diharapkan terus memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian yang berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa