Ekonomi Melambat, China Didorong Genjot Belanja Publik
Demi Ermansyah | 5 Oktober 2024, 18:25 WIB

AKURAT.CO Melemahnya pertumbuhan ekonomi di China mampu memberikan dampak luas hingga perekonomian global, tak hanya global saja, internal China pun terkena dampak signifikan. Oleh karena itu para ekonom di China mendesak pemerintah untuk memperluas pengeluaran fiskal guna mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Meresepon hal tersebur, Mantan Kepala lembaga penelitian Kementerian Keuangan, Jia Kanga menegaskan bahwa pemerintah dapat memperkuat perekonomian dengan secara drastis meningkatkan investasi dalam proyek-proyek publik. Di mana pemerintah memiliki ruang fiskal untuk mengeluarkan hingga CNY10 triliun dalam bentuk utang khusus.
"Ketika proyek-proyek publik ini berjalan, mereka akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan membuka potensi konsumsi," ujar Jia dalam wawancaranya dengan media lokal China, The Paper, dikutip Sabtu (5/10/2024).
Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan penerbitan obligasi hingga CNY10 triliun, dengan mempertimbangkan produk domestik bruto (PDB) China yang telah meningkat empat kali lipat secara nominal pada akhir tahun 2023.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap langkah-langkah stimulus dari Beijing setelah sebelumnya pemerintah memberi sinyal keinginan untuk menarik garis bawah perlambatan ekonomi yang terjadi. Politburo China juga mendesak para pejabat untuk menerbitkan obligasi kedaulatan ultra-panjang dan surat utang khusus lokal guna mendorong investasi.
Meski demikian, langkah ini juga tidak lepas dari kendala. Banyak ekonom yang mengingatkan akan besarnya utang negara yang dapat menjadi beban tambahan dalam jangka panjang.
Rasio utang-ke-PDB China telah mencapai angka 286% pada awal tahun ini, yang menjadi perhatian serius bagi para ekonom dan pembuat kebijakan. Ekonom HSBC memperkirakan bahwa stimulus fiskal yang akan dikeluarkan mencapai CNY1 triliun, dengan fokus pada peningkatan konsumsi dan pendanaan proyek-proyek besar.
Mereka memperkirakan bahwa jumlah ini dapat meningkat hingga dua kali lipat atau lebih, termasuk untuk mendanai proyek perumahan yang tertunda serta merekapitalisasi bank. Di sisi lain, upaya stimulus ini telah membawa dampak positif di pasar saham, dengan indeks CSI 300 melonjak paling tinggi sejak 2008 pada awal pekan ini. Hal ini mencerminkan meningkatnya harapan para pelaku pasar terhadap langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah.
Dengan perlambatan ekonomi yang sedang berlangsung, para ekonom sepakat bahwa pengeluaran pemerintah yang lebih besar diperlukan untuk meningkatkan permintaan domestik. Mereka juga menyebutkan bahwa dukungan fiskal yang lebih besar kemungkinan akan diumumkan pada akhir Oktober. Hal ini, diharapkan, dapat membantu China untuk kembali ke jalur pertumbuhan yang stabil dan memastikan perekonomian tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







