AS Kenakan Sanksi Tarif, China: Menambah Garam pada Luka
Demi Ermansyah | 7 September 2024, 17:44 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan China kembali menegaskan kepada Amerika Serikat (AS) untuk segera mencabut semua tarif atas barang-barang asal China. Diman pernyataan tersebut keluar sebelum pengumuman dari pemerintahan Biden terkait kenaikan tarif atas barang-barang buatan China, termasuk kendaraan listrik.
Dilansir Reuters, AS diprediksi akan mengambil keputusan dalam beberapa hari ke depan setelah dua kali menunda keputusan tersebut, karena masih mengkaji perubahan tarif yang diberlakukan di era Presiden Donald Trump pada 2018 dan 2019.
Usut punya usut, awalnya pemberian tarif lebih tinggi hingga 100% untuk kendaraan listrik, 50% untuk semikonduktor dan panel surya, serta 25% untuk baterai lithium-ion, baja, aluminium, dan lainnya, direncanakan berlaku mulai 1 Agustus.
Namun, pada 30 Juli, Kantor Perwakilan Dagang AS menunda penerapannya dengan alasan butuh lebih banyak waktu untuk mempelajari lebih dari 1.100 komentar dari industri. Batas waktu baru pun ditetapkan pada 31 Agustus, yang akhirnya ditunda lagi.
Penundaan terbaru ini terjadi setelah penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, melakukan pertemuan di Beijing, termasuk dengan Presiden China Xi Jinping, di mana keduanya sepakat untuk mengelola hubungan antara AS dan China. "Memberlakukan tarif pada barang-barang China itu seperti menambah garam pada luka," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, saat konferensi pers.
Dia juga menambahkan, "China sudah sering menyampaikan keberatan serius soal tarif 301 kepada AS."
Selanjutnya, kelompok kerja perdagangan China-AS akan mengadakan pertemuan kedua di Tianjin, China, pada 7 September 2024, setelah pertemuan pertama pada bulan April lalu. Kedua pihak diharapkan membahas lebih lanjut berbagai isu, termasuk kebijakan ekonomi dan perdagangan masing-masing.
Penundaan terbaru ini terjadi setelah penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, melakukan pertemuan di Beijing, termasuk dengan Presiden China Xi Jinping, di mana keduanya sepakat untuk mengelola hubungan antara AS dan China. "Memberlakukan tarif pada barang-barang China itu seperti menambah garam pada luka," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian, saat konferensi pers.
Dia juga menambahkan, "China sudah sering menyampaikan keberatan serius soal tarif 301 kepada AS."
Selanjutnya, kelompok kerja perdagangan China-AS akan mengadakan pertemuan kedua di Tianjin, China, pada 7 September 2024, setelah pertemuan pertama pada bulan April lalu. Kedua pihak diharapkan membahas lebih lanjut berbagai isu, termasuk kebijakan ekonomi dan perdagangan masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








